PROBOLINGGO (Surau.ID) – Rektor Universitas Nurul Jadid, Dr. Najiburrohman, menekankan pentingnya santri mengisi kemerdekaan Indonesia ke-81 dengan mengamalkan Panca Kesadaran Santri pada upacara bendera di Probolinggo, Senin (17/8/2026).
Pada peringatan HUT ke-81 RI di halaman kampus, Rektor Nurul Jadid mengajak seluruh santri untuk memaknai kemerdekaan sebagai anugerah Ilahi yang wajib disyukuri melalui tindakan nyata. Beliau menegaskan bahwa syukur atas nikmat besar ini tidak cukup dirayakan melalui seremonial, melainkan harus dibuktikan dengan perilaku serta aktivitas sehari-hari yang diridai Allah SWT.
Momentum ini menjadi refleksi bagi keluarga besar pesantren untuk meneladani semangat pejuang terdahulu. Santri diajak mengenang jasa pahlawan sekaligus mendoakan mereka, sembari berkomitmen membangun Indonesia yang lebih beradab, cerdas, dan penuh dedikasi sosial bagi bangsa.
Landasan Karakter Santri
Panca Kesadaran Santri menjadi kerangka fundamental yang meliputi lima aspek: kesadaran beragama, berilmu, berorganisasi, bermasyarakat, serta berbangsa. Kerangka ini bertujuan membentuk karakter santri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral kokoh.
Dalam aspek kesadaran beragama, beliau menekankan pentingnya akhlak mulia, penghormatan kepada orang tua dan guru, serta melarang keras praktik bullying. Fokus lainnya mencakup pengembangan keterampilan kepemimpinan melalui organisasi serta peningkatan kepedulian sosial, agar santri mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Kontribusi Santri bagi Negeri
Puncak dari seluruh kesadaran tersebut adalah wujud cinta tanah air melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila secara konsisten. Santri dituntut menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa dengan bekal ilmu dan semangat nasionalisme yang ditempa di pesantren.
“Yang terakhir, kesadaran berbangsa dan bernegara, dengan cara melaksanakan Pancasila dengan konsisten dan konsekuen,” ujar Dr. Najiburrohman, M.Ag., M.Pd., selaku Rektor Universitas Nurul Jadid.
Kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan, melainkan kesempatan emas bagi generasi muda untuk memberikan sumbangsih terbaik bagi bangsa. Semoga semangat ini terus hidup, dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan berkah, keamanan, serta petunjuk bagi kemajuan bangsa Indonesia di masa depan.