PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar kegiatan istighotsah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Jami’ Nurul Jadid, Selasa (16/06/2026). Kegiatan khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Biro Kepesantrenan, KH. Hilman Zidny Romzi.
Momentum pergantian tahun ini dijadikan sebagai titik refleksi bagi para santri untuk meningkatkan kualitas diri. Kiai Hilman menekankan pentingnya memperkuat istiqomah dalam menjalankan kewajiban sebagai santri, menaati peraturan pesantren, serta meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak.
Pentingnya Ukhuwah dan Lingkungan Pesantren Ramah
Kiai Hilman secara tegas menekankan pentingnya menjaga adab serta mempererat tali persaudaraan di lingkungan pesantren. Beliau mengingatkan agar para santri menciptakan suasana yang aman dan penuh kasih sayang, sehingga tidak ada ruang bagi tindakan perundungan atau perilaku yang menyakiti sesama.
“Sebagai santri, kita harus saling menyayangi dan menghormati sesama. Jangan sampai ada perilaku bully mem-bully di lingkungan pesantren. Jika kita tidak ingin diganggu oleh orang lain, maka janganlah kita mengganggu orang lain,” pesan Kiai Hilman.
Kedisiplinan Sebagai Pembentuk Karakter
Selain ukhuwah, kedisiplinan dalam mengikuti seluruh program kepesantrenan juga menjadi poin utama dalam arahan tersebut. Kiai Hilman menegaskan bahwa kedisiplinan merupakan aspek vital dalam proses pembentukan karakter dan kunci keberhasilan santri dalam menuntut ilmu.
Sebagai rangkaian penutup kegiatan, istighotsah dilanjutkan dengan pembacaan Ayat Kursi sebanyak 360 kali yang diikuti dengan doa bersama. Pembacaan tersebut merupakan bentuk ikhtiar spiritual agar seluruh santri, keluarga besar pesantren, serta umat Islam senantiasa mendapatkan perlindungan, keselamatan, dan keberkahan dari Allah SWT selama 360 hari ke depan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan santri dapat menjadikan tahun baru hijriah sebagai momentum perbaikan diri dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan pesantren.