JAKARTA (Surau.ID) — Tim Universitas Jember (UNEJ) menutup perjalanan di Liga Debat Mahasiswa 2026 dengan prestasi membanggakan. Tim yang diperkuat Algi Febriano dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara sebagai ketua, serta Baiq Silvia Ariani Putri dan Mustofa dari Program Studi Hubungan Internasional sebagai anggota, berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Universitas Padjadjaran (UNPAD) pada babak final di The Plaza, IDN Times HQ, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Gelar juara tersebut menjadi buah dari proses panjang yang dijalani tim UNEJ dalam mengasah kemampuan berpikir kritis, memperkuat argumentasi, serta mempertahankan gagasan di tengah persaingan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Liga Debat Mahasiswa 2026 merupakan kompetisi debat nasional tahunan yang tahun ini memasuki edisi ketiga dan diinisiasi IDN Times dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya. Mengusung tema “Ekonomi Kreatif dan Peluang Kerja Gen Z Indonesia”, kompetisi tersebut diikuti 87 tim dari 69 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Setelah melewati tahap seleksi makalah, sebanyak 16 perguruan tinggi melaju ke babak utama. Pertandingan kemudian berlangsung secara daring mulai 24 Juli 2026 hingga babak semifinal pada 11–12 Agustus 2026.
Perjalanan tim UNEJ menuju podium juara bukan tanpa tantangan. Salah satu kendala utama adalah koordinasi anggota yang berada di lokasi berbeda. Algi dan Mustofa berada di Jember, sedangkan Silvia berada di Lombok.
Kondisi tersebut membuat mereka harus mampu menyelaraskan jadwal latihan, membangun chemistry, sekaligus menyatukan persepsi dalam menyusun strategi debat secara daring.
“Awalnya tantangan paling terasa adalah koordinasi karena faktor geografis. Saya dan Mustofa berada di Jember, sementara Silvia sedang berada di Lombok. Menyelaraskan jadwal latihan, membangun chemistry, dan menyamakan persepsi argumen secara daring dari tempat yang berbeda tentu butuh komitmen ekstra,” ujar Algi.
Selain persoalan koordinasi, tantangan juga muncul dari tuntutan kedalaman analisis. Dengan mosi yang telah ditentukan, tim harus membedah akar persoalan secara komprehensif, melakukan riset berdasarkan data yang teruji, serta menyusun struktur pembuktian untuk mengantisipasi sanggahan dari lawan.
Ketahanan mental dan kemampuan menjaga fokus selama kompetisi juga menjadi faktor penting yang harus dijaga hingga pertandingan terakhir.
Pada babak final, UNEJ berhadapan dengan UNPAD dengan mosi “Perlindungan Jaminan Sosial atau Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas yang Lebih Dibutuhkan Afiliator Zaman Now?”
Pertandingan berlangsung ketat. Tim UNEJ berhasil mengumpulkan 251 poin, hanya unggul tiga poin dari UNPAD yang meraih 248 poin.
Hasil tersebut sekaligus memastikan UNEJ sebagai juara Liga Debat Mahasiswa 2026 IDN Times.
Bagi tim UNEJ, debat bukan sekadar adu kemampuan berbicara atau memenangkan perdebatan. Setiap argumen dibangun melalui riset, analisis, logika, serta tawaran solusi terhadap persoalan yang dibahas.
“Strategi kami adalah membangun argumen yang tidak sekadar retorika, tetapi mempunyai kedalaman analisis dan solusi nyata untuk Indonesia. Debat bukan sekadar pendapat, tetapi tentang bagaimana kita membangun logika secara utuh dan teruji,” jelas Algi.
Mustofa menegaskan, kemenangan tidak ditentukan oleh siapa yang paling keras menyampaikan pendapat, melainkan oleh kualitas gagasan yang ditawarkan.
“Kemenangan bukan soal siapa yang paling nyaring, tetapi gagasan siapa yang paling solutif dan berdampak,” tutur Mustofa.
Usai memastikan gelar juara, Algi menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Ia berharap keberhasilan tim UNEJ dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengambil peluang dan mengembangkan potensi.
“Jangan pernah ragu untuk mencoba dan keluar dari zona nyaman. Gagal atau belum berhasil dalam proses belajar itu hal yang biasa, tetapi keberanian untuk memulai dan konsistensi untuk terus belajar-lah yang membedakan,” ujarnya.
Menurut Algi, mahasiswa UNEJ memiliki potensi besar untuk bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
“Percayalah bahwa mahasiswa Universitas Jember memiliki potensi luar biasa untuk bersaing dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Tetap semangat, fokus pada proses, dan banggakan kampus tercinta!” pungkasnya.