JEMBER (Surau.ID) – Universitas Jember (UNEJ) dan Perum Perhutani memperkuat sinergi untuk mengoptimalkan potensi hutan di Kabupaten Jember melalui kerja sama strategis. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Rektorat UNEJ, Kamis (12/3/2026).
Kepala Divisi Regional Jawa Timur Perum Perhutani, Ir. Wawan Triwibowo, S.Hut., M.P., menyebut wilayah Jember memiliki karakter ekosistem yang sangat lengkap. Bentang alamnya membentang dari kawasan dataran tinggi hingga pesisir pantai, sehingga dinilai sangat potensial sebagai lokasi penelitian kehutanan.
“Hutan di Jember itu sangat lengkap. Kondisi ini bisa menjadi laboratorium kehutanan yang luar biasa bagi dunia pendidikan,” ujar Wawan.
Menurut dia, kekayaan vegetasi tersebut membuka peluang besar bagi dunia akademik untuk melakukan penelitian lintas disiplin, mulai dari kehutanan, lingkungan, hingga pengembangan pangan berbasis sumber daya hutan.
Dalam kesempatan itu, Wawan juga menjelaskan bahwa Perhutani saat ini tengah menjalani transformasi besar. Memasuki usia ke-65, lembaga tersebut tidak lagi hanya mengandalkan produksi kayu jati sebagai sumber pendapatan utama.
“Pendapatan dari getah pinus dan pariwisata kini telah melampaui hasil kayu jati. Kami fokus menyeimbangkan aspek planet, people, dan profit,” tambahnya.
Ia juga menyinggung potensi hutan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, salah satunya melalui integrasi tanaman tebu di kawasan kehutanan untuk mendukung swasembada gula.
Meski memiliki potensi besar, kondisi hutan di sejumlah wilayah masih menghadapi tantangan serius. Wawan mencatat dari jutaan hektar kawasan hutan, hanya sekitar 680 ribu hektar yang benar-benar berfungsi sebagai hutan murni yang sehat.
“Sebagian besar area lainnya telah mengalami degradasi atau beralih fungsi menjadi lahan jagung oleh masyarakat,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Rektor UNEJ, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., menegaskan pentingnya perubahan paradigma pengelolaan hutan agar tidak semata berorientasi pada produksi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“UNEJ ingin memastikan kolaborasi ini memberikan manfaat langsung. Melalui kerja sama lintas fakultas, kita ingin mengoptimalkan hutan sebagai penyangga kehidupan, terutama saat negara fokus pada ketahanan pangan,” tegas Iwan.
Sebagai tindak lanjut, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jember dengan Perum Perhutani KPH Jember.
Kerja sama ini bersifat multidisipliner dengan melibatkan sejumlah fakultas lain seperti Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Teknologi Pertanian (FTP).
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan Jember.