BONDOWOSO (Surau.ID) – Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Jember memperkenalkan metode baru dalam dunia pendidikan di Kabupaten Bondowoso. Mereka melatih para guru di SD Negeri Curahdami 1 untuk mengajarkan konsep koding tanpa menggunakan gawai ataupun komputer (koding unplugged).
Kegiatan yang dipimpin oleh Mailulah Ely Fauziyah, S.Pd., M.Pd. ini bertujuan mendorong guru agar mampu menyajikan pembelajaran abad ke-21 secara kreatif dan kontekstual.
Melalui pelatihan ini, para pengajar dibekali konsep berpikir komputasional dasar, meliputi pengenalan pola, dekomposisi masalah, penyusunan algoritma, hingga proses debugging.
Menariknya, seluruh materi teknis tersebut ditransformasikan ke dalam bentuk simulasi sederhana, permainan edukatif, serta penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang ramah anak.

Program ini terbukti membawa dampak positif yang signifikan. Berdasarkan hasil evaluasi pasca-kegiatan, pemahaman dan keterampilan para peserta dalam mengintegrasikan pola pikir komputasional ke dalam kurikulum sekolah dasar tercatat mengalami peningkatan.
Salah satu peserta pelatihan, Dwi Nur Aeni, mengaku mendapatkan sudut pandang baru setelah mengikuti acara ini.
Ia menyadari bahwa mengenalkan dunia digital ke siswa tidak melulu harus difasilitasi oleh perangkat elektronik.
“Koding ternyata tidak selalu harus menggunakan komputer atau perangkat digital lainnya. Koding dapat diajarkan melalui aktivitas tanpa gawai, seperti permainan, instruksi berurutan, simulasi, dan kegiatan sederhana yang dekat dengan kehidupan peserta didik,” ungkapnya.
Langkah inovatif ini mendapat respons positif dari Kepala SDN Curahdami 1, Musdalifah, M.Pd. Menurutnya, pendekatan koding unplugged sangat relevan dengan visi sekolah untuk melahirkan generasi yang kritis dan adaptif dalam memecahkan masalah.
Di sisi lain, Ketua Tim Pelaksana, Mailulah Ely Fauziyah, mengapresiasi semangat tinggi para guru selama pelatihan.
Ia berharap metode ini diterapkan secara konsisten di kelas dan bisa diadopsi oleh wilayah lain.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Semoga praktik baik ini dapat menjangkau lebih banyak sekolah dasar di masa depan,” tuturnya.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mitra ini diharapkan menjadi stimulus bagi guru untuk merancang perangkat pembelajaran yang mandiri, ekonomis, namun tetap efektif dalam mendongkrak mutu pendidikan dasar.