BANYUWANGI (Surau.ID) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelontorkan program Beasiswa Banyuwangi Progresif untuk mencetak calon dokter spesialis. Langkah strategis ini ditempuh guna memperkuat ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan daerah.
Program ini memfasilitasi para dokter melanjutkan pendidikan jenjang spesialis maupun spesialis kedokteran gigi. Langkah nyata tersebut diharapkan mampu memenuhi ketercukupan tenaga medis spesialis secara berkelanjutan.
Fokus prioritas mencakup keahlian spesialis jantung, saraf, THT, jiwa, hingga mata. Pemkab menilai investasi pendidikan medis sebagai kunci utama meningkatkan mutu layanan kesehatan masyarakat.
Perluasan Cakupan Beasiswa Kesehatan
Program beasiswa tidak hanya terbatas pada jenjang spesialis, tetapi juga merambah disiplin ilmu kesehatan lain. Cakupan ini meliputi program studi Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Farmasi, hingga Kedokteran Umum.
Sejak diluncurkan pada 2011 hingga 2025, sebanyak 3.920 mahasiswa telah menerima manfaat bantuan pendidikan. Pemkab terus memperluas program demi mencetak tenaga ahli yang siap membangun daerah.
Penerima bantuan diwajibkan untuk mengabdi kembali di tanah kelahiran usai menyelesaikan studi. Skema ini menjamin ketersediaan tenaga medis yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Banyuwangi.
Tahapan Seleksi dan Fasilitas Pembiayaan
Pelaksanaan Beasiswa Banyuwangi Progresif 2026 saat ini telah memasuki tahap tes psikologi dan wawancara. “Penetapan penerima beasiswa sekaligus pengumuman hasil akhir seleksi dijadwalkan pada akhir September 2026,” jelas Alfian, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi.
Bantuan pembiayaan ditanggung penuh hingga lulus, mencakup biaya kuliah, biaya hidup, riset, hingga praktik. “Kami ingin anak-anak Banyuwangi memiliki kesempatan untuk bisa meraih pendidikan setinggi mungkin,” tutur Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.