PROBOLINGGO (Surau.ID) – Madrasah Jurnalistik melalui Humas dan Infokom Putri Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar pelatihan jurnalistik bagi santri putri, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan guna menjawab perkembangan era digital sekaligus memberi ruang bagi santri untuk mengembangkan potensi literasi media.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibekali tiga materi utama yang mencakup teknik ilustrasi digital, tata letak (layout), hingga dasar-dasar penulisan berita.
Teknik Ilustrasi Digital dan Dasar Layout Jurnalistik
Sesi pertama diisi oleh Kadafi Ananda yang memaparkan teknik dasar ilustrasi digital serta perbedaannya dengan seni murni (fine art).
Selanjutnya, Ahmad Zidan Salim menyampaikan materi tata letak media dengan menekankan kombinasi warna, jenis font, kontras, serta metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi).
Pemahaman desain ini diarahkan agar santri mampu menyajikan publikasi informasi yang menarik dan sesuai dengan target audiens media pesantren.
Penulisan Berita dan Etika Jurnalistik
Materi penulisan berita dibawakan oleh wartawan Ketik.com, Atiq Ali Rahbini, yang mengajak peserta melihat satu peristiwa dari berbagai sudut pandang.
Ia menekankan elemen penting karya jurnalistik seperti struktur lead, tubuh berita, verifikasi data, hingga niat mengabarkan sebagai bentuk amal kebaikan.
Melalui program ini, Madrasah Jurnalistik diharapkan melahirkan pewarta santri putri yang terampil, kreatif, dan adaptif terhadap media digital.