JAKARTA (Surau.ID) – Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menyerukan penghapusan hak veto lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB di Jakarta, Selasa (22/09/2026).
Langkah ini diusulkan untuk merombak tatanan diplomasi global yang dinilai masih mencerminkan pola kekuasaan pasca-Perang Dunia II dan kurang relevan.
Erdogan menegaskan bahwa struktur PBB saat ini perlu disesuaikan agar lebih adil serta mampu merespons berbagai krisis internasional secara efektif.
Usulan Perubahan Sistem Keanggotaan PBB
Melalui artikel publikasinya, Erdogan mengusulkan agar seluruh anggota Dewan Keamanan dipilih langsung oleh Majelis Umum PBB dengan masa jabatan tertentu.
Sistem pemilihan berkala ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas lembaga serta menghilangkan dominasi penuh dari lima negara pemegang hak veto.
Dorongan Kesetaraan Tatanan Global Baru
Gagasan ini mempertegas kampanye Erdogan yang menilai peta kekuatan ekonomi, teknologi, dan keamanan dunia telah mengalami pergeseran signifikan.
“Penghapusan hak veto harus menjadi titik awal sekaligus tujuan strategis utama dalam setiap reformasi Dewan Keamanan,” ujar Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turkiye.
Upaya reformasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem tata kelola dunia yang lebih inklusif dan representatif bagi seluruh negara anggota.