JAKARTA (Surau.ID) – Samsung menginvestasikan dana sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp17,8 triliun ke Helix Digital Infrastructure guna memperkuat infrastruktur fisik kecerdasan buatan (AI) global pada Selasa (29/9/2026).
Investasi strategis ini bertujuan mendukung kebutuhan komputasi AI berskala besar, mencakup pengembangan pusat data, jaringan listrik, sistem pendingin, hingga jaringan serat optik.
Langkah ini mempertegas peran Samsung dalam menopang fondasi teknologi dunia yang kian bergantung pada keandalan sistem daya komputasi.
Keterlibatan Enam Afiliasi Utama Samsung
Penyertaan modal tersebut melibatkan enam entitas grup Samsung, dengan Samsung Electronics sebagai penyumbang terbesar senilai 500 juta dolar AS atau Rp8,9 triliun.
Inisiatif ini menghubungkan keahlian teknologi semikonduktor, perangkat keras, dan layanan teknologi informasi antar-afiliasi Samsung dengan ekosistem infrastruktur AI global.
Peluang Industri dan Fondasi Perkembangan AI
Helix Digital Infrastructure, yang didukung KKR dan Nvidia, berfokus menyelesaikan tantangan krisis energi serta ketersediaan pusat data bagi industri kecerdasan buatan.
“Langkah tersebut menunjukkan bahwa persaingan AI kini tidak hanya berlangsung pada teknologi perangkat lunak,” ujar perwakilan Samsung dalam keterangannya.
Transformasi Samsung ke sektor infrastruktur fisik menjadi pijakan penting dalam mendorong akselerasi inovasi teknologi digital secara tepercaya dan berkelanjutan.