Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
22 Juni 2026 | 11:16 WIB
Nasional

Integrasi Adab dan Kecanggihan AI dalam Tradisi Keilmuan Islam

IMG 56
Muchlis Hanafi sampaikan orasi ilmiah saat wisuda (Foto: Surau.ID/Ist).

 

TANGERANG SELATAN (Surau.ID) – Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Muchlis M. Hanafi, menegaskan bahwa kemajuan teknologi AI tidak boleh menggeser semangat belajar, adab, serta tradisi keilmuan Islam yang telah diwariskan para ulama terdahulu.

Pesan ini disampaikan dalam Orasi Ilmiah Wisuda Santri Akhirussanah XIX Pondok Pesantren Al-Qur’aniyyah, Bintaro, Minggu (21/6/2026). Ia menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai fondasi utama dalam membangun peradaban di tengah gempuran era kecerdasan buatan.

Muchlis mengingatkan bahwa kejayaan peradaban Islam di masa lampau lahir dari penghormatan tinggi terhadap ilmu dan guru, bukan sekadar kekuatan materi atau teknologi. Semangat itulah yang harus dihidupkan kembali oleh generasi saat ini.

Pengorbanan Ulama vs. Kemudahan Digital

Para ulama terdahulu menempuh perjalanan ribuan kilometer dan menghadapi beragam kesulitan demi menjaga integritas serta validitas ilmu. Mereka rela mengorbankan waktu dan harta hanya untuk memastikan sebuah hadis atau pendapat ilmiah tersampaikan dengan akurasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada umat.

Kondisi tersebut kontras dengan kemudahan akses informasi saat ini, di mana referensi kitab tersedia dalam hitungan detik. Meski sarana sangat melimpah, tantangan utama generasi masa kini adalah menjaga ketulusan dedikasi dan kesungguhan belajar agar tidak terjebak dalam kemudahan semata.

Peran Tak Tergantikan Guru dan Sanad

Muchlis menekankan bahwa meskipun AI sangat membantu dalam riset dan akses data, alat tersebut tidak memiliki sanad, pengalaman spiritual, maupun tanggung jawab moral. Ilmu dalam tradisi Islam bukan sekadar informasi, melainkan melibatkan guru, adab, dan nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam.

“AI dapat membantu proses belajar, tetapi tidak dapat menggantikan peran ulama dan tradisi talaqqi yang menjadi ciri khas keilmuan Islam,” ujar Muchlis M. Hanafi, Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI.

Dunia masa depan tidak hanya membutuhkan individu yang kaya informasi, tetapi juga pribadi berkarakter dan berintegritas. Generasi Qur’ani diharapkan mampu memadukan kemurnian wahyu dengan kecanggihan teknologi untuk membangun peradaban yang bermanfaat bagi bangsa dan kemanusiaan.

Penulis: Misbahul A
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id