Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
12 Oktober 2026 | 21:33 WIB
Daerah

Bukan Sekadar Konsolidasi, Rakorda PKC PMII Jatim Bidik Pembaruan Kaderisasi

Screenshot 20261012

 

SURABAYA (Surau.ID) – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur melalui Bidang Kaderisasi akan menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Wisma Haji Kota Madiun pada 15–17 Oktober 2026. Kegiatan ini dipersiapkan sebagai forum konsolidasi untuk mengevaluasi pelaksanaan kaderisasi sekaligus merumuskan kebutuhan kaderisasi PMII di Jawa Timur.

Sebagai langkah awal, Bidang Kaderisasi PKC PMII Jawa Timur menggelar koordinasi secara daring melalui Zoom bersama seluruh cabang PMII se-Jawa Timur pada Senin malam (12/10/2026). Koordinasi tersebut menjadi ruang komunikasi awal untuk menyamakan persepsi dan mempersiapkan agenda Rakorda.

Wakil Sekretaris Bidang Kaderisasi PKC PMII Jawa Timur, Abdillah Muis, mengatakan bahwa kaderisasi merupakan proses berkelanjutan yang menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi PMII. Karena itu, pelaksanaannya perlu terus dikawal dari tingkat rayon hingga cabang.

“Kaderisasi ini merupakan napas panjang, kegiatan yang tidak pernah berhenti. Terbentuknya cita-cita PMII bergantung pada bagaimana kaderisasi di cabang-cabang mengawal proses tersebut hingga ke tingkat bawah,” ujarnya.

Menurutnya, Rakorda menjadi kebutuhan di tingkat provinsi mengingat Jawa Timur memiliki 31 cabang PMII yang memerlukan ruang konsolidasi bersama. 

Forum tersebut diharapkan dapat mempertemukan berbagai pengalaman dan pandangan cabang dalam membahas pelaksanaan kaderisasi sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.

Sahabat Muis sapa akrabnya, menjelaskan, inisiatif penyelenggaraan Rakorda juga berkaitan dengan agenda Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas). 

Melalui forum ini, lanjutnya, PKC PMII Jawa Timur ingin menghimpun berbagai kebutuhan kaderisasi di tingkat daerah sebagai bahan rekomendasi yang akan dibawa dalam forum nasional tersebut.

Selain konsolidasi, Rakorda akan menjadi momentum untuk meninjau kembali pelaksanaan kaderisasi PMII di Jawa Timur, mulai dari tingkat rayon, komisariat, hingga cabang. 

“Evaluasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan refleksi bersama sekaligus merumuskan kembali pendekatan kaderisasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan organisasi,” tuturnya.

Ia menilai, peninjauan ulang diperlukan karena Jawa Timur memiliki bentang kaderisasi yang beragam. Setiap cabang mempunyai karakteristik, pengalaman, dan tantangan yang berbeda sehingga membutuhkan pembacaan kondisi secara menyeluruh.

“Jawa Timur membutuhkan rekalibrasi karena memiliki bentang kaderisasi yang luas, mulai dari tingkat rayon hingga cabang, dengan corak yang berbeda-beda,” jelasnya.

Tidak hanya membahas aspek teknis kaderisasi, Rakorda juga akan menjadi ruang refleksi terhadap paradigma gerakan PMII. Menurut Abdillah, proses kaderisasi tidak dapat dilepaskan dari arah gerakan organisasi dan upaya membentuk kualitas kader yang sesuai dengan cita-cita PMII.

Melalui Rakorda tersebut, PKC PMII Jawa Timur berharap terbangun kesepahaman antarcabang mengenai arah pengembangan kaderisasi. Hasil pembahasan forum diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi untuk memperkuat proses kaderisasi PMII di Jawa Timur sekaligus menjadi bekal dalam menghadapi agenda organisasi di tingkat nasional.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id