BOYOLALI (Surau.ID) – Tim Penggerak PKK Jawa Tengah mengintensifkan program PKK Sigab dengan melatih kader di Balai Desa Jrakah, Boyolali pada Kamis (15/10/2026) demi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Pelatihan kesiapsiagaan difokuskan di Kecamatan Selo karena kawasan lereng Merbabu tersebut tergolong rawan bencana. Wilayah ini tercatat mengalami 13 kali tanah longsor serta satu kali banjir pada awal 2026.
Pengetahuan mitigasi yang diberikan mencakup langkah penyelamatan mandiri dan edukasi kebencanaan. Pembekalan ini diposisikan sebagai langkah antisipasi penting menjelang puncak musim hujan pada November mendatang.
Penguatan Kapasitas dan Modul Pembelajaran
Kerja sama strategis dilakukan bersama BPBD Jawa Tengah dengan menyusun modul khusus PKK Sigab sebagai panduan utama edukasi lapangan para kader di permukiman warga.
Langkah ini diarahkan untuk membentuk relawan lokal yang tangguh di tingkat desa. Kader diharapkan mampu memetakan risiko serta mempercepat jalur evakuasi saat darurat bencana terjadi.
Edukasi Berkelanjutan dan Integrasi Layanan
Selain peningkatan kapasitas bencana, kegiatan penguatan ini diintegrasikan dengan pemantauan Posyandu terpadu yang menerapkan enam bidang Standar Pelayanan Minimal bagi masyarakat pedesaan.
“Harapannya kita bisa mengedukasi masyarakat untuk tanggap dan memiliki pengetahuan mitigasi bencana sehingga menjadi kesiapan menghadapi musim hujan,” ujar Nawal Arafah Yasin, Ketua TP PKK Jawa Tengah.
Sinergi antara kader PKK dan masyarakat luas menjadi kunci utama membangun ketahanan wilayah rawan bencana secara berkelanjutan di Jawa Tengah.