JAKARTA (Surau.ID) – Rangkaian peringatan Hari Santri 2026 di kantor pusat Kementerian Agama menampilkan kolaborasi paduan suara lintas iman antara santri dan Bimas Kristen serta Katolik, Kamis (22/10/2026).
Momen ini menjadi potret nyata berjalannya penguatan layanan santri di pondok pesantren. Empat santriwati Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur’an wal Hadits turut ambil bagian dalam ajang penandatanganan harmoni tersebut.
Pengalaman tampil bersama lintas agama menjadi ruang toleransi yang mengesankan. Momentum ini sekaligus membawa harapan agar lingkungan pesantren makin aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh santri Indonesia.
Dukungan Layanan Gizi dan Kesehatan
Di samping penguatan toleransi, santriwati merasakan manfaat program Makan Bergizi Gratis yang rutin berjalan setiap hari kerja. Kehadiran menu bergizi melengkapi ketersediaan dapur mandiri serta mencukupi kebutuhan gizi harian.
Layanan kesehatan warga pesantren juga ditunjang lewat pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis yang difasilitasi Baznas. Fasilitas penunjang ini dijalankan secara berkala untuk memastikan kualitas fisik santri tetap terjaga secara optimal.
Persiapan Akademik dan Karakter Santri
Kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren semakin memperluas peluang beasiswa dan konversi sertifikat kejang jenjang perguruan tinggi. Bimbingan pengasuh turut memicu semangat para santri untuk melanjutkan studi di dalam maupun luar negeri.
Penempaan karakter serta kedisiplinan hidup di pondok membentuk kemandirian santri dalam bermasyarakat. “Santri itu mau berada di mana pun, kapan pun, dan menjadi apa pun, namanya tetap santri,” ujar Nadhira, santriwati PP Mahasina.
Integrasi penguatan karakter, gizi, serta ruang kolaborasi lintas iman menegaskan kesiapan santri dalam menyongsong masa depan bangsa yang inklusif.