Bogor (Surau.ID) – Presiden Prabowo Subianto menekankan esensi keamanan nasional terletak pada jaminan rasa aman bagi masyarakat untuk beribadah dengan damai, saat memimpin upacara HUT ke-80 Bhayangkara di Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026).
Dalam sambutannya, Presiden menyoroti bahwa stabilitas keamanan Indonesia sangat bergantung pada ekosistem yang kondusif. Hal ini memungkinkan setiap warga negara menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk beribadah, tanpa rasa takut atau ancaman dari pihak manapun.
Keamanan sejati mencakup kebebasan petani melaut, anak-anak bersekolah, dan masyarakat beribadah tenang. Saling menghormati antar-umat beragama menjadi fondasi utama dalam menciptakan kekuatan stabilitas nasional yang kokoh dan berkelanjutan di masa depan.
Sinergi Kelembagaan dan Sosial
Keamanan nasional bukan tugas tunggal Polri, melainkan kerja kolektif yang melibatkan TNI, pemerintah, serta elemen masyarakat. Sinergi lintas sektor sangat krusial guna menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks demi menjaga kerukunan umat beragama.
Polri kini diinstruksikan untuk mempererat koordinasi dengan Kementerian Agama, para ulama, tokoh masyarakat, akademisi, hingga media massa. Langkah ini diambil guna menciptakan lingkungan sosial yang suportif dalam merawat keberagaman dan mencegah potensi konflik berbasis keyakinan di masyarakat.
Penegakan Hukum Berkeadilan
Langkah strategis ke depan berfokus pada penegakan hukum yang humanis dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Polri diminta memastikan setiap warga yang mencari keadilan mendapatkan perlindungan penuh, terutama mereka yang tertindas atau mencari kebenaran atas suatu permasalahan.
“Orang yang benar harus merasa aman, orang yang bersalah harus bertanggung jawab,” ujar Presiden Prabowo saat memberikan arahan kepada seluruh jajaran kepolisian. Instruksi ini menjadi pedoman utama Polri dalam bertindak di lapangan agar citra penegak hukum semakin profesional dan terpercaya.
Menjaga rasa aman adalah manifestasi tertinggi dari pengabdian kepada rakyat. Ketika setiap individu mampu menjalankan ibadah dengan ketenangan, maka itulah tanda bahwa negara benar-benar hadir untuk melindungi dan mengayomi seluruh bangsanya tanpa terkecuali.