Probolinggo, Surau.ID – Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ bersama Yayasan Gerak Multi Dimensi Lanjutan (GMDL) menyalurkan bantuan 50 paket sembako kepada warga terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Tiris dan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Minggu (21/12/2025).
Bantuan disalurkan di tiga lokasi. Sebanyak 26 kepala keluarga menerima bantuan di Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris. Delapan kepala keluarga lainnya menerima bantuan melalui Kantor Kecamatan Tiris. Sementara 16 kepala keluarga menerima bantuan di Kantor Desa Sumberduren, Kecamatan Krucil.
Setiap paket sembako berisi satu kardus mi instan, beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, serta gula pasir 2 kilogram. Bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga pada masa darurat pascabencana.
Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ menyebut bantuan ini sebagai wujud kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga sosial dalam merespons bencana.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan bapak-ibu di tengah kondisi yang sulit,” ujar Fahmi saat menyerahkan bantuan.

Ia menilai keterlibatan lembaga sosial memiliki peran penting dalam mempercepat pemulihan warga terdampak. Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong kerja bersama agar beban masyarakat dapat tertangani lebih cepat.
“Kalau bergerak bersama, beban warga tentu bisa lebih ringan,” katanya.
Bendahara Yayasan GMDL, Badrus Sholeh, mengatakan penyaluran bantuan ini sejalan dengan fokus kerja lembaganya di bidang sosial dan gizi. Menurut dia, kebutuhan pangan menjadi prioritas utama warga setelah bencana.
“Kami bergerak di sektor sosial dan gizi. Saat bencana, kebutuhan paling mendesak warga adalah pangan, itu yang kami dahulukan,” ujarnya.
Badrus menambahkan, Yayasan GMDL berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan perangkat desa agar bantuan tepat sasaran. Ia juga membuka peluang pendampingan lanjutan sesuai kondisi di lapangan.
“Kami siap melanjutkan dukungan jika memang masih dibutuhkan warga,” katanya.
Salah seorang warga Desa Andungbiru, Agus Subianto, mengaku terbantu dengan bantuan sembako tersebut. Ia menyebut banjir sempat menyulitkan keluarganya memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Beberapa hari setelah banjir, kami kesulitan. Bantuan ini sangat membantu,” ujarnya.(*)


