Aceh, Surau.ID — Banjir bandang menghapus Desa Lhok Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Permukiman warga kini berubah menjadi alur sungai baru, memaksa 85 kepala keluarga (KK) mengungsi ke Desa Paya Rubek.
Dilansir dari CNN Indonesia, Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir mengatakan seluruh warga terdampak telah dievakuasi ke lokasi pengungsian. “Sebanyak 85 kepala keluarga mengungsi di Meunasah ini karena rumah mereka hilang tak berbekas. Kini, lokasi permukiman itu sudah menjadi alur sungai baru,” ujarnya, Selasa (23/22).
Warga menuturkan, sebelum banjir bandang, rumah-rumah berdiri sekitar 70 hingga 150 meter dari bibir sungai. Derasnya arus kemudian menggerus daratan, mengubah alur sungai, serta menghilangkan permukiman dan kebun milik warga. Sejumlah makam dilaporkan ikut tergerus, bahkan sebagian harus direlokasi karena terbongkar.
Di posko pengungsian, Marlina berdialog dengan warga, memberi perhatian kepada anak-anak, serta meninjau layanan kesehatan yang tersedia. Ia menekankan perlindungan kelompok rentan.
“Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta ibu hamil dan menyusui harus menjadi prioritas. Pastikan obat-obatan tersedia dan segera laporkan jika stok menipis,” katanya.
Salah seorang pengungsi, Yusri (39), menceritakan banjir bandang datang sekitar pukul 04.00 WIB. Ia sempat terpisah beberapa meter dari anaknya yang masih bayi akibat kuatnya arus.
“Air datang sangat cepat dan deras. Alhamdulillah, keluarga saya selamat. Setelah itu saya menyisir lokasi dan membantu evakuasi warga lain. Total 26 orang berhasil kami selamatkan,” ujar Yusri.
Saat air surut, rumah dan lahan milik Yusri telah hilang, menyisakan alur sungai baru di bekas kampung mereka.
Marlina menyebut warga yang kehilangan rumah dan desanya kembali menerima bantuan logistik. Bantuan tersebut disalurkan pada Senin (22/12) malam ke Desa Paya Rubek, yang kini menjadi lokasi pengungsian warga Gampong Lhok Gunci.