Surau.ID – Hujan pada hakikatnya adalah rahmat yang diberikan oleh Allah SWT. Apabila turun terlalu deras dan menimbulkan kemudaratan, Islam mengajarkan umatnya untuk selalu meminta pertolongan dan perlindungan melalui doa.
Salah satu amalan yang di contohkan dalam Sunnah doa untuk hujan berhenti. Pada kondisi alam yang menyulitkan dianjurkan untuk dihadapi dengan doa dan tawakal kepada Allah SWT.
Mengutip dari buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun karya H. Hamdan Hamedan, MA. Berikut salah satu doa yang bisa dibaca ketika turun hujan.
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الْأَكَامِ وَالظُّرَابِ, وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Latin: Allaahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa, allaahumma ‘alal aakaami wazhzhiraabi, wa buthuunil audiyati wa manaabitisysyajari
Artinya: “Ya, Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan menimpa kami. Ya, Allah, berilah hujan ke dataran tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR Bukhari dan Muslim)
Melansir dari detik.com, Anas bin Malik meriwayatkan bahwa sekelompok orang pernah mendatangi Rasulullah SAW untuk memohon agar beliau berdoa kepada Allah SWT supaya hujan dihentikan. Ketika hujan telah turun selama sekitar satu pekan sehingga mengancam keselamatan hewan ternak dan memutus akses jalan. Rasulullah SAW kemudian memanjatkan doa tersebut, dan hujan pun berhenti. (HR Bukhari)
Mengutip dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI, terdapat doa lain yang juga diajarkan Rasulullah SAW untuk dipanjatkan ketika memohon agar hujan berhenti. Doa ini tercantum dalam kitab Maslakul Akhyar. Berikut bacaan doanya:
اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا
Latin: Allâhumma Shayyiban Haniyyâ Wa Sayyiban Nâfi’â.
Artinya: “Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat.”
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin: Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Perbanyak doa pada saat turun hujan termasuk momen yang dianjurkan. Meski hujan turun deras dan menimbulkan kekhawatiran, Islam memandang saat tersebut sebagai waktu turunnya rahmat Allah SWT.
Beberapa ulama menegaskan keutamaan berdoa saat hujan. Imam An-Nawawi menegaskan, doa yang dipanjatkan ketika hujan turun jarang ditolak, terutama pada awal turunnya hujan karena pada waktu tersebut terdapat curahan rahmat Allah SWT.
Rasulullah bersabda, “Dua doa yang tidak akan ditolak atau paling tidak jarang ditolak oleh Allah yaitu antara azan dan ikamah serta berdoa ketika turun hujan.” (Abu Dawud)
Waktu turunnya hujan tetap merupakan momentum yang mustajab untuk memohon perlindungan dan kebaikan kepada Allah SWT. Meskipun seseorang berdoa agar hujan segera berhenti karena kondisi tertentu.