Kangean (Surau.ID) – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kangean berkomitmen menghidupkan kembali budaya literasi di kalangan generasi muda. Melalui Departemen Kaderisasi, organisasi ini menggelar “Pelatihan Karya Tulis Kreatif” yang berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu (10-11 Februari 2026).
Kegiatan ini tidak hanya menyasar para kader IPNU, tetapi juga mengundang seluruh pelajar di Pulau Kangean untuk berani menuangkan ide, gagasan, dan pemikiran mereka ke dalam bentuk tulisan.
Hendri, perwakilan Departemen Kaderisasi PC IPNU Kangean, menjelaskan bahwa literasi memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar membaca. Menurutnya, menulis adalah proses mengolah pikiran dan membentuk karakter pelajar yang kritis serta peduli terhadap realitas sosial.

“Kami ingin mendorong pelajar untuk tidak sekadar menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen pengetahuan. Tulisan adalah warisan pemikiran yang bisa dibagikan kepada orang lain,” ujar Hendri di sela-sela kegiatan.
Warisan untuk Generasi Mendatang
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum PC IPNU Kangean, Moh. Nur Yaqin, menegaskan bahwa kemampuan menulis adalah senjata untuk menyuarakan perubahan. Ia berharap pelatihan ini menjadi fondasi bagi lahirnya penulis-penulis muda dari Pulau Kangean yang mampu berkontribusi bagi masyarakat.
Dalam sambutannya yang emosional, Moh. Nur Yaqin menekankan pentingnya meninggalkan jejak bermanfaat di masa kepemimpinannya.
“Jabatan dan kepengurusan ini sifatnya sementara, tidak ada yang abadi. Namun, ilmu dan manfaat yang kita tebar harus terus hidup. Pelatihan ini adalah simbol dedikasi kami untuk memastikan semangat literasi pelajar tidak pernah padam,” tegasnya.
Melahirkan Pelajar Kritis
Melalui program ini, PC IPNU Kangean optimis dapat mencetak kader yang aktif dan berani bersuara lewat karya tulis. Langkah nyata ini diharapkan mampu melanjutkan estafet literasi di masa depan, sehingga pelajar Kangean siap menghadapi tantangan zaman dengan kecakapan intelektual yang mumpuni.