SITUBONDO (Surau.ID) – Pendamping program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Situbondo menggelar rapat koordinasi guna memperkuat sinergi dalam proses pendampingan di lapangan. Pertemuan yang diikuti Project Management Officer (PMO) dan Business Assistant (BA) itu berlangsung di Cafe 12 Space, Jalan Cempaka Patokan, Selasa malam (10/3/2026).
Rakor tersebut dihadiri seluruh PMO dan BA yang ditugaskan mendampingi pembentukan dan operasionalisasi KDKMP di 136 desa dan kelurahan di Situbondo. Tim pendamping ini dibentuk oleh Kementerian Koperasi RI melalui Deputi Bidang Pengawasan Koperasi untuk periode Maret hingga Mei 2026.
Program KDKMP sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Program tersebut ditujukan untuk memperkuat ekonomi desa, memperluas pemerataan kesejahteraan, sekaligus membuka peluang kerja baru di tingkat lokal.
Erwin Malik Riyan Pratama, salah satu PMO Kabupaten Situbondo, mengatakan rapat koordinasi ini menjadi forum penting untuk menyamakan langkah antarpendamping yang bertugas di berbagai wilayah.
“Para B A dan PMO dapat melaksanakan tugasnya dengan maksimal sebagaimana petunjuk pelaksanaan (Juklak) yang telah dipahami, dan setiap kendala maupun hambatan proses pendampingan di lapangan dapat di kordinasikan dan dilaporkan secara berjenjang, secara khusus seluruh KDKMP Situbondo dapat di progres sesuai harapan,” ujarnya.
Selain memperkuat koordinasi, para pendamping juga menegaskan komitmen untuk mempercepat operasionalisasi koperasi desa tersebut.
“Kita bersepakat dalam hal pendampingan KDKMP di Situbondo harus kompak bergerak agar mampu melakukan percepatan atas operasionalisasi KDKMP sehingga pemerataan dan kesejahteraan ekonomi di desa dapat secara bertahap di wujudkan,” harap Alfian Ramadhani, salah seorang BA KDKMP Situbondo.
Sementara itu, Ahmad Azzakil Amin, BA lainnya di Situbondo, menjelaskan bahwa tugas pendamping di lapangan meliputi pembinaan pengurus koperasi hingga membantu menyelesaikan berbagai kebutuhan administratif.
“Keberadaan progres KDKMP ini juga akan didukung dan di awasi oleh lintas sektor maupun kelembagaan baik dari pemerintah Kabupaten dan kecamatan sebagai satgas, TPP Pendamping Desa termasuk secara Khusus Kodim dengan jajarannya dalam hal pembangunan Aset/Lahan, serta Aparat Penegak Hukum seperti Kejaksaan dan Kepolisian dan sektor lainnya, sehingga para BA dan PMO sebanyak 15 orang akan berkolaborasi dan berkordinasi dalam melaksanakan tugasnya,” pungkasnya.
Ia menambahkan fokus kerja pendamping pada bulan Maret diarahkan pada dua agenda utama.
“Fokus tugas pendampingan BA bulan maret ini diprioritaskan terhadap dua point yakni pertama Optimalisasi Pelaksanaan RAT dan Kedua Pendataan Lahan dan Progres pembangunan fisik KDKMP”.
Rakor yang berlangsung dalam suasana santai tersebut juga diisi dengan diskusi dan berbagi pengalaman para pendamping selama menjalankan tugas di lapangan. Sejumlah cerita menarik bahkan mengundang gelak tawa peserta rapat yang sepakat pertemuan serupa akan digelar secara rutin guna menjaga soliditas tim pendamping di Situbondo.