Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
23 Maret 2026 | 19:48 WIB
Nasional

Menag Tegaskan Moderasi dan Spiritualitas Jadi Penopang Era Teknologi

Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar saat meresmikan Fakultas Sains dan Teknologi di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Senin (23/3/2026). {Foto: Kemenag}

 

Bali (Surau.ID) — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan perguruan tinggi agar tidak membiarkan perkembangan sains dan teknologi berjalan tanpa arah nilai. Ia menilai kampus harus secara aktif menautkan kemajuan ilmu dengan fondasi spiritual agar tetap memberi manfaat bagi kemanusiaan.

Menag juga menekankan bahwa arah teknologi sangat ditentukan oleh nilai yang mengendalikannya. Ia menilai kemajuan tanpa panduan moral berisiko menghilangkan dimensi kemanusiaan dalam ilmu pengetahuan.

“Jangan sampai kita maju secara teknologi, tetapi kehilangan arah secara spiritual. Teknologi harus dipandu oleh nilai-nilai agama agar tetap memanusiakan manusia,” ujarnya saat meresmikan Fakultas Sains dan Teknologi di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Senin (23/3/2026).

Melansir laman resmi Kemenag, dalam konteks pendidikan tinggi, Nasaruddin Umar mendorong kampus untuk tidak hanya mengejar capaian akademik. Ia meminta perguruan tinggi membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual mahasiswa.

“Ilmu tanpa agama kehilangan arah, sementara agama tanpa ilmu kehilangan relevansi. Keduanya harus berjalan beriringan,” ucapnya.

Lebih jauh, ia mengarahkan agar ruang-ruang dialog lintas agama tidak lagi berhenti pada seremoni. Menurutnya, institusi pendidikan perlu menghidupkan dialog yang produktif dan berdampak nyata bagi kehidupan sosial.

“Kita harus menghadirkan dialog yang berdampak, bukan sekadar pertemuan formal. Dialog harus melahirkan hikmah yang berakar pada nilai lokal dan berwawasan global,” tegasnya.

Menag kemudian menyoroti pentingnya moderasi beragama sebagai fondasi menjaga keutuhan bangsa. Ia menjelaskan bahwa moderasi bukan bentuk kompromi terhadap ajaran, melainkan cara mengelola praktik keberagamaan agar tetap seimbang di tengah keberagaman.

“Agama itu sudah sempurna. Yang perlu dimoderasi adalah cara kita beragama. Moderasi adalah upaya menjaga keseimbangan, menghargai perbedaan tanpa memaksakan keseragaman,” jelas Menag.

Menjaga Keseimbangan dalam Beragama

Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan beragama tidak boleh terjebak dalam dua kutub ekstrem. Menurutnya, pemaksaan keseragaman berpotensi memicu radikalisme, sedangkan kebebasan tanpa batas dapat melahirkan sikap liberal yang berlebihan.

“Indonesia tidak dibangun di atas ekstremitas. Kita menjaga keseimbangan melalui nilai toleransi, komitmen kebangsaan, anti-kekerasan, dan penghormatan terhadap tradisi,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Menag meresmikan Fakultas Sains dan Teknologi dengan menandatangani prasasti dan menggunting pita bersama pimpinan kampus. Ia berharap fakultas baru ini menjadi pusat inovasi yang tidak tercerabut dari nilai budaya dan spiritualitas.

Mengakhiri sambutannya, Nasaruddin Umar menegaskan peran generasi muda sebagai penentu arah masa depan bangsa. Ia meminta mahasiswa menguasai ilmu pengetahuan sekaligus menjaga integritas moral.

“Kalian adalah pemimpin masa depan. Kuasai ilmu pengetahuan, berinovasilah, tetapi tetap pegang teguh nilai-nilai spiritual,” pungkasnya.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id