Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
29 Maret 2026 | 16:54 WIB
Pesantren

Pesan Kiai Zuhri di Bulan Syawal: Luruskan Niat, Benahi Cara Berkhidmat

IMG
KH Moh Zuhri Zaini di Halalbihalal Pengasuh dan Pengurus PP Nurul Jadid, Ahad (29/3/2026). (Foto: Ponirin Mika/Surau.ID).

 

PROBOLINGGO (Surau.ID) – Mengawali bulan Syawal dengan semangat pembaruan, Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo menggelar kegiatan Halalbihalal Pengasuh dan Pengurus di Aula 1 Pesantren, Ahad (29/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH Moh. Zuhri Zaini, menyampaikan pentingnya reorientasi niat dan profesionalisme dalam menjalankan pengabdian di lingkungan pesantren.

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 hingga 15.00 WIB itu dihadiri para pengurus dan pengabdi yang telah terdata secara digital. Suasana berlangsung khidmat dan penuh refleksi, terutama saat Kiai Zuhri mengawali tausiyah dengan mengingatkan tentang keterbatasan usia manusia sebagai dorongan untuk meningkatkan amal saleh.

Ia menegaskan bahwa pengabdian di pesantren tidak dapat dipisahkan dari nilai ibadah. Menurutnya, orientasi utama seorang pengabdi adalah meraih ridha Allah SWT, bukan semata kepentingan duniawi.

“Jika seseorang tekun beribadah dan mengabdi dengan ikhlas, maka Allah akan melapangkan kehidupannya. Bekerja untuk akhirat, maka urusan dunia akan mengikuti,” tutur beliau di hadapan ratusan pengurus.

Padukan Niat, Cara, dan Profesionalisme

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa niat yang baik harus ditempuh dengan cara yang benar. Keselarasan antara niat dan metode, lanjutnya, menjadi kunci agar pengabdian bernilai ibadah.

Dalam aspek pengelolaan organisasi, Kiai Zuhri menekankan pentingnya memadukan prinsip kerja ikhlas, kerja keras, dan kerja tuntas dengan Panca Kesadaran. Lima kesadaran tersebut meliputi kesadaran beragama, berilmu, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta berorganisasi.

“Jika ketiga prinsip kerja tadi dipadukan dengan panca kesadaran, maka akan melahirkan kerja sama yang solid,” tegasnya.

Ia juga mendorong seluruh pengabdi untuk bekerja secara profesional sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Koordinasi antarunit melalui rapat yang efektif dinilai penting guna menghindari tumpang tindih peran.

Menutup tausiyahnya, Kiai Zuhri mengingatkan bahwa bekerja merupakan bagian dari proses belajar. Karena itu, setiap pengabdi diminta terus meningkatkan kapasitas keilmuan agar setiap amal yang dilakukan memiliki dasar yang kuat.

Kegiatan Halalbihalal ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama bagi seluruh pengabdi untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi pesantren, santri, dan masyarakat luas.

Penulis: Ponirin Mika
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id