KRAKSAAN (Surau.ID) – Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi AHZ, mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekosistem ekonomi di tingkat desa. Dalam sosialisasi program pemberdayaan ekonomi di Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (9/4/2026), ia menekankan bahwa kemajuan daerah sangat bergantung pada keberhasilan pembangunan dari level paling bawah.
Pria yang akrab disapa Ra Fahmi itu menilai sudah saatnya arah pembangunan tidak lagi berpusat di kota-kota besar. Menurutnya, menarik program kerja dan aliran dana ke desa merupakan langkah krusial untuk menciptakan pemerataan.
“Pembangunan ekonomi selama ini sering terpusat di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya. Strategi menarik program ke desa adalah langkah tepat karena saat desa maju, maka kabupaten hingga tingkat nasional pun akan ikut berkembang,” jelasnya.
Meski mengakui adanya kendala terkait kualitas sumber daya manusia (SDM) di pedesaan, Ra Fahmi optimistis tantangan tersebut bisa diatasi melalui pendampingan berkelanjutan. Ia mencontohkan program pelatihan yang kini tengah berjalan di puluhan desa sebagai titik awal penguatan kapasitas warga.

Selain SDM, sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendapat sorotan khusus. “Belajar dari pengalaman pandemi Covid-19, UMKM terbukti menjadi katup penyelamat ekonomi yang paling tangguh. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong sektor ini agar lebih berdaya saing,” tambahnya.
Isu regenerasi di sektor pertanian juga menjadi perhatian serius. Menurutnya, anak muda akan tertarik kembali ke desa untuk bertani jika ada jaminan pasar yang jelas.
Menutup arahannya, Wabup berpesan agar masyarakat memanfaatkan program strategis pemerintah secara maksimal dan tidak membiarkannya menjadi sekadar kegiatan seremonial. Ia mengajak seluruh elemen untuk bersinergi demi mewujudkan desa yang mandiri dan kuat.
“Melalui kolaborasi lintas pihak, saya optimis kesejahteraan masyarakat desa bisa segera tercapai. Program ini harus menjadi langkah nyata bagi kemandirian kita bersama,” pungkasnya.