PROBOLINGGO (Surau.ID) – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Probolinggo mulai mematangkan kesiapan personil lapangan menjelang musim haji 2026. Langkah ini diawali dengan menggelar pembekalan khusus bagi Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) di Aula MAN 2 Pajarakan, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menyasar Karu dan Karom, tetapi juga melibatkan unsur pendamping kloter lainnya, seperti Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), hingga Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHD). Dengan tingkat kehadiran mencapai 99 persen, agenda ini menjadi sinyal kuat kesiapan mental dan fisik para petugas dalam mengawal jamaah.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Probolinggo, Moh. Barzan Ahmadi, menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji sangat bergantung pada soliditas para petugas di lapangan. Menurutnya, tugas yang diemban bukan sekadar formalitas, melainkan amanah besar untuk memastikan kenyamanan jamaah.
“Seluruh petugas wajib bersinergi dan membangun kekompakan sejak titik keberangkatan hingga kembali ke tanah air. Tanggung jawab ini melekat demi membantu jamaah meraih predikat haji mabrur,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa peran petugas sangat krusial dalam memandu alur perjalanan, mulai dari embarkasi Surabaya, aktivitas di Madinah dan Makkah, hingga proses pemulangan.
Selain koordinasi teknis, aspek kesehatan menjadi poin utama dalam pembekalan kali ini. Mengingat rangkaian ibadah haji didominasi oleh aktivitas fisik yang berat, tim kesehatan memberikan edukasi intensif agar para petugas mampu menjaga stamina diri sendiri sekaligus memantau kondisi jamaah.
“Haji adalah ibadah fisik. Ketahanan tubuh harus dipersiapkan sejak dini agar proses ibadah tidak terkendala masalah kesehatan di Tanah Suci,” imbuhnya.
Skema Keberangkatan dan Persiapan Akhir
Untuk musim haji 2026, jamaah asal Kabupaten Probolinggo masuk dalam pemberangkatan gelombang pertama yang terbagi ke dalam empat kelompok terbang (kloter).
Rinciannya: 3 Kloter: Berisi jamaah murni dari Kabupaten Probolinggo, 1 Kloter: Gabungan dengan jamaah dari daerah lain.
Jadwal keberangkatan direncanakan berlangsung pada 21 April untuk Kloter 1 dan 2, disusul Kloter 3 dan 4 pada 22 April. Saat ini, total progres persiapan administrasi dan teknis diklaim telah mencapai 95 persen.
Sebagai pemantapan akhir, Kemenhaj dijadwalkan menggelar Manasik Kubro pada 5 April mendatang di Miniatur Ka’bah. Agenda tersebut akan diikuti oleh sekitar 1.200 jamaah serta seluruh petugas haji sebagai pembekalan pamungkas sebelum terbang ke Arab Saudi.