Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
05 April 2026 | 15:34 WIB
Daerah

Bawang Merah Probolinggo Melejit 30 Persen, Lawan Cuaca Ekstrem

IMG
Disperta Kabupaten Probolinggo bersama petani bawang merah. (Foto: Humas Disperta Kab. Probolinggo/Surau.ID).

 

PROBOLINGGO (Surau.ID) – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo berhasil meningkatkan produksi bawang merah hingga 30 persen melalui program lahan percontohan (demplot), meski dihadapkan pada cuaca ekstrem. Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan di tengah perubahan iklim.

Keberhasilan tersebut ditunjukkan dalam panen raya di lahan Kelompok Tani Makmur III, Desa Karangpranti, Kecamatan Pajarakan, Jumat (03/04/2026). Dengan luas lahan 0,2 hektare, produktivitas bawang merah meningkat dari rata-rata 1 ton menjadi 1,3 ton.

Kepala Bidang Sarana, Penyuluhan, dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo, Faiq El Himmahc, mengatakan peningkatan hasil panen didorong oleh penerapan teknologi budidaya yang tepat.

“Kenaikan ini tidak lepas dari konsistensi petani dalam menerapkan pemupukan berimbang serta pendampingan intensif dari petugas di lapangan,” ujarnya.

Varietas unggul lokal Biru Batu (Ronggojalu) digunakan dalam program tersebut. Kombinasi benih berkualitas dan teknik pemupukan presisi dinilai menjadi faktor utama peningkatan produktivitas di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Demplot Jadi Sarana Edukasi

Program demplot ini merupakan hasil kolaborasi antara Pupuk Indonesia dan Diperta Kabupaten Probolinggo. Kegiatan berlangsung sejak Februari hingga April 2026, dengan masa tanam sekitar 53 hari.

Selain mengejar peningkatan hasil panen, program ini juga difokuskan pada penguatan kapasitas petani. Mereka mendapatkan pendampingan langsung terkait teknik budidaya yang berkelanjutan.

Faiq menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar petani mampu bertahan dalam berbagai kondisi iklim. “Petani tidak hanya bekerja, tetapi juga memahami teknik budidaya yang benar. Ini penting agar mereka tetap tangguh dan produktif dalam berbagai kondisi iklim ke depan,” katanya.

Penelaah Teknis Kebijakan Diperta Kabupaten Probolinggo, Dadik Eko S, menilai model demplot sebagai strategi adaptasi yang efektif terhadap perubahan iklim. Menurut dia, penggunaan varietas unggul dan pemupukan presisi terbukti mampu menjaga produktivitas.

“Penggunaan varietas unggul dan pemupukan yang presisi terbukti menjadi solusi nyata. Kami melihat demplot di Desa Karangpranti ini sebagai model yang sangat ideal untuk direplikasi di wilayah lain,” ujar Dadik.

Pemerintah daerah berharap keberhasilan ini dapat diterapkan di wilayah lain di Kabupaten Probolinggo. Dengan produktivitas yang terjaga, kesejahteraan petani diharapkan meningkat sekaligus menjaga stabilitas pasokan bawang merah.

Penulis: Nurkhaliq BR
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id