Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
06 April 2026 | 17:54 WIB
Daerah

Harga Plastik Melonjak, Kafe di Lumajang Ubah Skema Harga

IMG
Kafe 11:11 Lumajang layani pelanggan dengan tambahan biaya kemasan Rp 2.000, Senin (6/4/2026). (Foto: Ist).

 

LUMAJANG (Surau.ID) – Kenaikan harga plastik hingga 50 persen mulai berdampak pada pelaku usaha kuliner di Lumajang. Sejumlah kafe dan kedai kopi kini menerapkan biaya tambahan kemasan sebesar Rp2.000 untuk setiap pesanan bawa pulang (take away).

Kebijakan ini diambil menyusul melonjaknya harga bahan baku seperti gelas plastik, sedotan, dan kantong pelapis yang menjadi komponen utama operasional usaha minuman.

Salah satu pemilik kafe di pusat kota Lumajang, Rendy (29), mengatakan lonjakan harga tersebut sudah melampaui batas kemampuan usaha untuk menanggung biaya produksi.

“Kenaikannya sangat terasa, mencapai 50 persen dari harga normal. Kalau kami tidak menerapkan biaya tambahan Rp2.000 untuk kemasan take away, kami benar-benar tekor di modal plastik dan alat presnya saja. Mau tidak mau, kebijakan ini harus diambil agar operasional tetap jalan,” ujar Rendy.

Ia menyebutkan, harga satu pak gelas plastik yang sebelumnya sekitar Rp12.000 kini naik menjadi Rp18.000 hingga Rp20.000. Kondisi itu membuat perhitungan harga jual lama tidak lagi relevan.

Pelanggan Mulai Beradaptasi

Rendy menjelaskan, sebelumnya biaya kemasan sudah termasuk dalam harga menu. Namun, kenaikan harga bahan baku plastik yang dipicu kondisi global membuat pelaku usaha harus menyesuaikan strategi.

Ia mengaku sempat khawatir kebijakan tersebut akan menuai keberatan dari pelanggan. Namun, langkah itu dinilai menjadi satu-satunya cara agar usaha tetap berjalan.

Hal serupa disampaikan Maya, barista di salah satu kedai kopi di Lumajang. Ia mengatakan pihaknya kini aktif memberikan penjelasan kepada pelanggan terkait kebijakan biaya tambahan tersebut.

“Awalnya memang ada pelanggan yang keberatan, tapi setelah kami jelaskan bahwa harga plastik di distributor memang sedang naik gila-gilaan, mereka akhirnya paham. Sebagai solusi, kami juga menyarankan pelanggan untuk membawa tumbler sendiri dari rumah agar tidak terkena biaya tambahan ini,” kata Maya.

Menurutnya, sebagian pelanggan mulai menerima kebijakan tersebut dan beralih menggunakan wadah pribadi untuk menghindari biaya tambahan.

Pelaku usaha memperkirakan kebijakan serupa akan diikuti oleh UMKM lain jika harga bahan baku plastik belum stabil. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengendalikan harga demi menjaga keberlangsungan usaha kuliner di tengah tekanan ekonomi global.

Penulis: Nurkhaliq BR
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id