Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
08 Mei 2026 | 14:25 WIB
Daerah

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Km

IMG
Erupsi Gunung Semeru (Foto:BMKG/Surau.ID).

 

LUMAJANG (Surau.ID) – Gunung Semeru kembali erupsi sebanyak empat kali dengan tinggi letusan mencapai 1,2 kilometer pada Jumat pagi. Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.39 WIB dengan visual letusan tidak teramati.

Selang beberapa menit atau tepatnya pukul 00.52 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi dengan visual letusan tidak teramati dan erupsi masih berlangsung saat laporan itu dibuat.

“Gunung Semeru kembali erupsi pukul 05.21 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati 1,2 km di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto seperti dikutip Antara.

Menurutnya, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. Saat laporan inidibuat, erupsi masih berlangsung.

Erupsi keempat terjadi pukul 06.09 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak (4.576 mdpl) dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.

“Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul07.50 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1 km di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara,” ujarnya.

Ia menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, lanjut dia, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

“Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.

Ia meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” ujarnya. (*)

Penulis: Nurkhaliq BR
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id