PROBOLINGGO (Surau.ID) – Seorang driver ojek online (ojol) bernama Abdul Aziz (26), warga Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, menjadi korban begal di Jalan HOS Cokroaminoto, Sabtu (11/4) pagi. Pelaku melukai korban dengan senjata tajam dan membawa kabur sepeda motor serta barang berharga milik korban.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.45 WIB, sesaat setelah korban menyelesaikan order terakhirnya. Suryadin (50), mertua korban, menjelaskan bahwa Abdul Aziz baru dua minggu bekerja sebagai ojol.
“Baru antar penumpang perempuan dari kantor Kelurahan Mayangan menuju Jalan Cokroaminoto,” ujarnya.
Setelah menurunkan penumpang, korban sempat berhenti di depan sebuah konter handphone. Namun, dua pria tak dikenal yang datang dari arah utara tiba-tiba menghampiri korban dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario berwarna merah-hitam.
Suryadin menjelaskan bahwa pelaku yang membonceng langsung menyabet menantunya dengan celurit tanpa basa-basi. Ia menambahkan, menantunya sempat menangkis serangan tersebut dengan tangan kiri, dan beruntung mengenakan jaket sehingga tidak mengalami luka parah.
Setelah menyerang, pelaku memaksa korban menyerahkan kunci sepeda motor, jaket, serta tas yang dibawanya. Karena situasi sepi dan korban seorang diri, korban tidak dapat melawan dan memilih menyerahkan barang-barangnya.
“Karena kondisi saat itu sepi, menantu saya juga sendirian, akhirnya diserahkan. Di tasnya ada uang sebesar Rp 75 ribu,” kata Suryadin.
Korban tidak mengenali identitas pelaku karena keduanya mengenakan masker dan helm. Setelah menguasai barang korban, pelaku langsung melarikan diri ke arah selatan.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 25,5 juta. Korban berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan menemukan sepeda motornya.
“Sebab itu motor untuk kerja. Kalau tidak ada itu, ya saya tidak bisa bekerja. Ada motor satu lagi, tapi kurang bagus kalau dipakai untuk ngojek,” terangnya.
Sementara itu, Satreskrim Polres Probolinggo Kota telah menerima laporan korban dan langsung melakukan penyelidikan.
“Laporan sudah kami terima. Kami masih meminta keterangan dari korban. Masih proses penyelidikan,” pungkas Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Zaenal Arifin.