Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
25 Mei 2026 | 18:29 WIB
Pesantren

Puasa Arafah Bisa Hapus Dosa, Ini Niat Lengkapnya

IMG
Ilustrasi puasa Arafah (Foto: Surau.ID/Ilustrasi).

 

PROBOLINGGO (Surau.ID) – Umat Islam dianjurkan menunaikan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Pada 2026, puasa sunnah yang dikenal memiliki banyak keutamaan itu bertepatan dengan Selasa (26/05/2026).

Puasa Arafah menjadi salah satu ibadah sunnah yang rutin dijalankan setiap tahun, khususnya bagi muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Para ulama menyebut amalan ini sebagai sunnah muakkad atau ibadah yang sangat dianjurkan pelaksanaannya.

Keutamaan puasa Arafah dijelaskan dalam sejumlah hadis Nabi Muhammad saw. Salah satu yang paling populer adalah pahala penghapusan dosa selama dua tahun, yakni setahun yang telah berlalu dan setahun yang akan datang.

Rasulullah saw bersabda, “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR Muslim).

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa dosa yang dihapus melalui puasa Arafah merupakan dosa-dosa kecil. Penjelasan tersebut di antaranya disampaikan Imam Nawawi dalam kitab Syarah Muslim.

Sebelum menjalankan puasa, umat Islam dianjurkan membaca niat pada malam hari. Lafal niat puasa Arafah yang umum dibaca adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.”

Artinya: Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah swt.

Niat Puasa Arafah pada Siang Hari

Dalam praktiknya, seseorang yang belum sempat berniat sejak malam hari tetap diperbolehkan menjalankan puasa sunnah Arafah. Ketentuannya, hingga waktu niat dilakukan, orang tersebut belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Adapun bacaan niat puasa Arafah pada siang hari sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.”

Artinya: Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah ta’âlâ.

Selain penghapusan dosa, hari Arafah juga diyakini sebagai momentum pembebasan hamba dari siksa neraka. Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw menyebut tidak ada hari ketika Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka selain Hari Arafah.

“Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?”

Umat Islam berharap dapat memanfaatkan momentum 9 Dzulhijjah dengan memperbanyak ibadah, termasuk menunaikan puasa Arafah demi meraih keutamaan yang dijanjikan.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id