Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
01 Juni 2026 | 10:07 WIB
Nasional

Ketua LBH Merauke Dilaporkan ke Polda Metro oleh Mama Sinta terkait Film Pesta Babi

Mama sinta mengunjungi polda metro jaya untuk konsultasi hukum terkait film pesta babi kurniawandetikcom 1780067626005
Mama Sinta saat di Polda Metro. (Surau.ID/Ist).

 

JAKARTA (Surau.ID) — Yasinta Moiwend atau Mama Sinta, tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan asal Merauke, melaporkan Ketua LBH Papua Merauke berinisial JTW ke Polda Metro Jaya terkait film Pesta Babi. Laporan tersebut telah teregister dengan nomor LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 29 Mei 2026.

Laporan itu disampaikan melalui kuasa hukumnya, Hamonangan Daulay, di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2026). Hamonangan menyebut pihak yang dilaporkan merupakan Ketua LBH Merauke berinisial JTW terkait dugaan pelanggaran Pasal 65 juncto Pasal 67 Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.

“Ini yang kita laporkan adalah untuk perorangan. Perorangan, ada Ketua LBH Merauke. Ketua LBH Merauke, ya. Jhon, inisialnya adalah JTW,” jelasnya.

Mama Sinta mengaku kecewa dan sakit hati karena wajahnya muncul dalam film tersebut tanpa izin darinya. Ia mengatakan film Pesta Babi telah diputar di berbagai tempat tanpa adanya pembicaraan ataupun persetujuan dari dirinya.

“Mereka putar film Pesta Babi itu di mana-mana, saya sakit hati, saya kecewa sekali. Tanpa izin dari saya, tanpa pembicaraan. Penjahat itu mereka. Maka itu saya datang ke Jakarta,” ujarnya.

Mama Sinta kemudian menceritakan awal mula dirinya mengetahui keterlibatan dalam film tersebut. Ia menyebut seorang pria bernama Tigor mengajaknya ke Jayapura untuk mengikuti sebuah kegiatan. Setelah kegiatan selesai, dirinya diajak menonton film Pesta Babi.

“Yang ajak saya ke Jayapura untuk ikut kegiatan itu, itu Bang Tigor. Jadi, setelah kita selesai kegiatan, dia ajak kita untuk nonton film Pesta Babi,” ungkapnya.

Pertama kali ia mengira kegiatan tersebut berkaitan dengan acara pemotongan babi secara adat. Kata Mama Sinta, ketika tiba di Aula Maranatha dan film diputar, ia melihat wajahnya muncul di layar.

“Jadi, pada saat itu, saya tahu saja mau potong babi betulan, ternyata kita naik di Aula Maranatha, ternyata film yang diputar itu judulnya film Pesta Babi. Ah, di situ ada wajah saya,” katanya.

“Ah, di situ saya lihat sendiri, saya saksikan sendiri, kenapa wajah saya ditampilkan di depan banyak orang tanpa seizin dari saya? Itu yang saya sakit hati dan sakit jiwa sekali bersama keluarga saya,” sambung Mama Sinta.

Ia menegaskan tidak pernah mengetahui ataupun diberi tahu bahwa dirinya akan dilibatkan dalam film tersebut. Mama Sinta mengaku baru mengetahui keberadaan wajahnya di dalam film saat menonton pemutaran pada 8 April 2026.

“Tidak pernah dilibatkan dalam film. Saya kaget pada saat nonton itu tanggal 8 bulan 4. Saya sendiri ketemu wajah saya di situ, pada saat mereka putar film Pesta Babi,” ujarnya.

Sementara itu, Dandhy Laksono, sutradara film Pesta Babi, sebelumnya sempat memberikan tanggapan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya terkait munculnya penolakan dari pihak Mama Sinta. Dalam unggahan tersebut, Dandhy mengaku tidak mengetahui apa yang sebenarnya dialami Mama Sinta hingga akhirnya mempermasalahkan film yang dibuatnya.

Penulis: Khoirul Anam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id