JAYAPURA (Surau.ID) — Kodam XVII/Cenderawasih membantah klaim Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodam XVI Yahukimo yang menyebut telah menembak satu anggota TNI dalam kontak senjata di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (28/4/2026).
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, menegaskan tidak ada personel TNI dari Kodim 1715/Yahukimo yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
“Hingga saat ini, narasi yang disebarkan oleh kelompok OPM tidak berdasar fakta dan hanya bertujuan menciptakan opini negatif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Tri menilai kelompok bersenjata sengaja menyebarkan informasi tersebut untuk membangun ketakutan di tengah masyarakat Papua. Menurut dia, narasi yang disampaikan OPM tidak sesuai dengan kondisi di lapangan dan justru berpotensi memicu keresahan publik.
Sebelumnya, juru bicara OPM Sebby Sambom mengklaim kelompoknya terlibat kontak tembak dengan personel TNI di Dekai. Ia menyebut pasukan OPM berhasil masuk ke Koramil Dekai dan menyerang salah satu anggota TNI.
“Dalam kontak itu, tim elit batalyon HSSBI Abele Balingga berhasil masuk Koramil dan menembak satu anggota TNI di dalam Koramil Dekai Kota,” kata Sebby, Rabu (29/4/2026).
Sebby menyatakan serangan itu dilakukan atas perintah pimpinan kelompok bersenjata di Yahukimo. Ia juga menyebut aksi tersebut sebagai balasan atas tewasnya sejumlah anggota OPM dalam operasi aparat keamanan.
Selain mengklaim penyerangan, kelompok tersebut juga menyampaikan ancaman terhadap sejumlah pejabat daerah, termasuk Bupati Yahukimo dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan, yang dikaitkan dengan isu eksploitasi sumber daya alam di wilayah tersebut.
Kodam Minta Warga Tak Terprovokasi
Kodam XVII/Cenderawasih meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Aparat juga mengajak warga tetap menjaga situasi keamanan di tengah meningkatnya penyebaran informasi dari kelompok bersenjata.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat agar saling menjaga, peduli terhadap lingkungan sekitar, serta bersama-sama memelihara situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Jangan mudah terprovokasi oleh kelompok yang tidak menginginkan kedamaian di Tanah Papua,” tegasnya.
Kodam menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Yahukimo untuk memastikan kondisi tetap kondusif di wilayah Papua Pegunungan.