Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
07 Juni 2026 | 17:12 WIB
Daerah

Muktamar Tafsir Nasional IAT UNUJA Soroti Relasi Teks dan Gender

IMG
Seminar Muktamar Tafsir Bedah Tantangan Era Digital (Foto: Surau.ID/Ist).

 

PROBOLINGGO (Surau.ID) – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) menggelar Seminar Internasional yang membahas relasi antara tafsir maqashidi dan keadilan gender. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Muktamar Tafsir Nasional ke-3 itu berlangsung di Auditorium 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid, Jumat (05/06/2026).

Mengangkat tema “Maqasidi Exegesis and the Discourse on Gender Justice: Between Religious Texts, Social Reality, and the Intellectual Movement of Exegesis Students”, seminar tersebut menghadirkan akademisi dan pakar tafsir dari Indonesia maupun luar negeri. Forum ini menjadi ruang dialog untuk mendiskusikan bagaimana teks keagamaan dapat dipahami secara kontekstual dalam menjawab berbagai persoalan sosial, termasuk isu keadilan gender.

Sejumlah narasumber yang hadir di antaranya Assoc. Prof. Dr. Najmiah Omar dari Sultan Zainal Abidin University Malaysia, Prof. H. Abdul Mustaqim, S.Ag., M.A. dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, serta K. Muhammad Al-Fayyadl, M.Phil., Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid. Jalannya diskusi dipandu oleh Ahmad Sahidah, Ph.D.

Penyelenggara menilai seminar ini tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat tradisi intelektual di kalangan mahasiswa tafsir. Melalui forum tersebut, peserta diajak melihat keterkaitan antara pemahaman teks agama dengan dinamika sosial yang terus berkembang.

Mendorong Tafsir yang Kontekstual

Dalam keterangannya, panitia menyebut kajian tafsir maqashidi dipilih karena memiliki relevansi yang kuat dalam menjawab tantangan masyarakat modern. Pendekatan ini dinilai mampu menghadirkan penafsiran yang lebih responsif terhadap nilai kemaslahatan dan keadilan.

“Kesempatan ini adalah ajang emas bagi mahasiswa dan masyarakat untuk belajar langsung dari para tokoh keilmuan tafsir terkemuka. Kami ingin mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berhenti pada pembacaan teks, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan realitas sosial yang dinamis,” ujar perwakilan panitia melalui keterangan resminya.

Seminar yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga sore hari tersebut mendapat sambutan antusias dari peserta. Kehadiran akademisi internasional dan tokoh pesantren dalam satu forum menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa dan pemerhati studi Al-Qur’an.

Diskusi yang berkembang tidak hanya membahas metodologi tafsir, tetapi juga menyoroti tantangan keadilan gender dalam perspektif Islam kontemporer. Berbagai pandangan yang disampaikan narasumber memperkaya pemahaman peserta mengenai hubungan antara teks, konteks, dan kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Prodi IAT UNUJA berharap dapat terus memperkuat tradisi keilmuan tafsir yang moderat, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Seminar internasional tersebut juga menjadi bagian dari komitmen civitas akademika pesantren dalam menghadirkan solusi intelektual atas berbagai persoalan sosial melalui pendekatan Al-Qur’an dan Tafsir.

Penulis: Misbahul A
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id