Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
25 Juni 2026 | 19:26 WIB
Daerah

OJK Ingatkan Perbankan Mitigasi Risiko Kredit Kopdes Merah Putih

IMG 120
KDMP Jenggawah terletak di tempat yang terpencil (Foto: Surau.ID/Ist).

 

JEMBER (Surau.ID) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginstruksikan perbankan nasional untuk memperketat prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih guna mengantisipasi lonjakan risiko kredit macet, Kamis (25/6).

Langkah preventif ini diambil sebagai upaya mitigasi dini agar misi mulia pemberdayaan ekonomi desa tidak terhambat oleh masalah pembiayaan bermasalah. Perbankan diwajibkan menjaga tata kelola risiko yang prima dalam setiap ekspansi dana ke program tersebut.

Program ini sejatinya merupakan pilar penguatan ekonomi nasional yang inklusif. Namun, OJK menegaskan bahwa setiap penyaluran kredit wajib mempertimbangkan kapasitas dan profil risiko masing-masing bank agar tetap selaras dengan regulasi kesehatan perbankan yang berlaku.

Manajemen Risiko dan Ketahanan Aset

OJK terus melakukan pengawasan ketat melalui uji ketahanan (stress test) berkala guna memastikan permodalan bank tetap kuat. Selain itu, manajemen bank diminta membentuk dana pencadangan yang memadai sebagai langkah pengamanan berlapis terhadap potensi kerugian dari gagal bayar.

Kedisiplinan dalam menerapkan prinsip klasik 5C yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition of Economy menjadi syarat mutlak dalam asesmen kredit. Hal ini krusial untuk menjaga kualitas aset perbankan di tengah dinamika ketidakpastian ekonomi global dan domestik saat ini.

Sinergi Keberlanjutan Program

OJK berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah guna memastikan setiap kucuran dana tepat sasaran. “OJK akan senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah dan stakeholders lainnya agar pelaksanaan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tepat sasaran dan termitigasi dengan baik, serta berjalan secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae.

Melalui pengawasan intensif dan tata kelola yang disiplin, diharapkan program ini dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat perdesaan. Dengan mitigasi risiko yang tepat sejak tahap awal, perbankan tidak hanya mampu meminimalisasi potensi kredit macet, tetapi juga dapat menciptakan ekosistem pembiayaan yang sehat, inklusif, dan mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat luas.

Kesuksesan program ini nantinya akan sangat bergantung pada ketelitian perbankan dalam memetakan risiko serta komitmen seluruh pihak dalam menjaga integritas operasional koperasi agar tetap produktif dan berdaya saing di masa depan.

Penulis: Misbahul A
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id