Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
24 April 2026 | 15:19 WIB
Nasional

Menkop Ferry: KDKMP Bisa Jadi Solusi Kurangi Impor Pangan

IMG
Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono (Foto: Surau.ID/Kemenkop).

 

JAKARTA (Surau.ID) – Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) disiapkan sebagai instrumen strategis untuk mendorong kedaulatan pangan nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Jumat (24/04/2026).

Menurut Ferry, konsep kedaulatan pangan menekankan pemenuhan kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri, berbeda dengan ketahanan pangan yang masih membuka ruang impor.

“Fungsi Koperasi Desa Merah Putih ini adalah menjadi off-taker atau penampung yang menyerap seluruh hasil produk masyarakat di desa, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, hingga perikanan dan kerajinan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kopdes akan berperan sebagai penghubung antara produksi desa dan pasar, sekaligus memastikan hasil panen terserap optimal.

Ferry menyoroti persoalan utama sektor pertanian yang masih lemah pada tahap pasca produksi.

Untuk itu, Kementerian Koperasi menyiapkan penguatan infrastruktur berbasis teknologi tepat guna di tingkat desa.

Perkuat Pasca Produksi dan Distribusi

Kopdes Merah Putih akan dilengkapi alat pengering (dryer) guna menjaga kualitas gabah sesuai standar Bulog.

Selain itu, fasilitas cold storage dan pengatur suhu disiapkan untuk produk hortikultura dan perikanan agar memiliki daya simpan lebih lama.

“Kami di Kementerian Koperasi akan membantu menyempurnakan kegiatan di pasca produksi. Dengan stok yang terkelola baik, kita tidak hanya bisa menjual di dalam negeri, tetapi juga untuk kepentingan ekspor,” kata Ferry.

Ia menambahkan, Kopdes juga akan difungsikan sebagai penyalur kebutuhan pokok dan barang subsidi pemerintah di tingkat desa.

Tidak hanya itu, koperasi desa akan menjadi kanal distribusi bantuan sosial seperti BLT dan PKH agar lebih tepat sasaran.

Ferry mendorong masyarakat penerima bantuan sosial untuk bergabung sebagai anggota koperasi.

Dengan skema tersebut, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU) dari aktivitas ekonomi koperasi.

Menurut dia, pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id