JAKARTA (Surau.ID) – Sejumlah aktivis dan elemen organisasi masyarakat menyuarakan refleksi perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 10 Agustus 2026, sekaligus menyambut momentum kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, mereka menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang pro-rakyat dan berkeadilan, namun tetap menyuarakan kritik agar pemerintah mengevaluasi berbagai persoalan bernuansa politik.
Kelompok aktivis ini mendorong adanya langkah pemulihan atau recovery bagi masyarakat dari berbagai latar belakang, seperti pedagang hingga sopir angkutan, yang dinilai menjadi korban dalam proses hukum bernuansa politik.
Aspirasi dan Pembentukan Presidium
Para aktivis menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan bentuk perlawanan, melainkan wujud kecintaan terhadap bangsa agar penyelenggaraan negara senantiasa berjalan sesuai dengan UUD 1945 dan konstitusi.
Sebagai tindak lanjut dari evaluasi ini, mereka telah membentuk sebuah presidium resmi yang terstruktur untuk memperjuangkan pemulihan nama baik serta penyelesaian kasus-kasus masa lalu.
Simposium dan Langkah ke Depan
Rencananya, evaluasi mendalam terhadap kinerja pemerintahan Prabowo akan kembali dibahas melalui forum simposium besar yang dijadwalkan berlangsung di Hotel Sofyan pada bulan depan.
“Kami tetap akan berjuang menyuarakan kebenaran. Kami tidak mempunyai kepentingan pribadi. Wadah ini dibentuk secara resmi, memiliki legalitas dan program kerja yang jelas,” ujar salah seorang aktivis.
Refleksi dua tahun kepemimpinan ini mengingatkan bahwa kritik konstruktif serta ruang partisipasi publik merupakan pilar penting dalam merawat demokrasi, memastikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat, dan mengawal perjalanan bangsa menuju masa depan yang berlandaskan konstitusi.