JAKARTA (Surau.ID) – Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa dan mendampingi masyarakat yang menghadapi masalah sosial pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Putri sulung almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini memilih jalur aktivis idealis ketimbang menjadi politisi praktis, meski pernah mendapatkan tawaran masuk ke dalam panggung politik nasional.
Perjalanan khidmahnya diperkuat melalui kepemimpinan di Gerakan Jaringan Gusdurian Indonesia dan amanah sebagai Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat PBNU, tempatnya aktif menggerakkan advokasi serta program pemberdayaan masyarakat.
Penguatan Civil Society Dan Keadilan Sosial
Alissa menyoroti ketimpangan sosial, akses pendidikan, serta penegakan hukum yang dinilainya belum sepenuhnya memihak pada rakyat kecil. Bagi dirinya, masyarakat sipil harus terinterkoneksi demi mendorong perubahan yang nyata.
Fokus gerakannya mencakup penguatan literasi, advokasi kasus sosial, dan pendampingan keluarga. Kiprah ini melahirkan ribuan aktivis di berbagai daerah yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai kesetaraan serta keadilan sosial.
Meneruskan Nilai Dan Warisan Pemikiran Gus Dur
Melalui peran strategis di NU dan gerakan sosial, Alissa terus mengupayakan hadirnya ruang publik yang beradab, kritis, serta toleran di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
“Civil society itu perlu dijahit agar lebih terhubung dan terkonsolidasi, sehingga bisa membuat gerakan bersama untuk mencerdaskan masyarakat,” ujar Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, Ketua Bidang Kesra PBNU.
Langkah konsisten ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kemanusiaan, keberagaman, dan keteladanan Gus Dur tetap hidup serta terus memberi inspirasi bagi arah perjalanan bangsa ke depan.