JOMBANG (Surau.ID) – Kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, secara intensif disterilisasi melalui penyemprotan asap atau fogging demi mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah dengue menjelang perhelatan akbar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama pada Senin, 24 Agustus 2026.
Langkah preventif mendesak ini diambil guna memastikan tingkat kesehatan dan kenyamanan fisik seluruh muktamirin yang datang berbondong-bondong dari berbagai daerah serta menginap di area pesantren secara khidmat dan aman.
Perhatian khusus diberikan kepada para tamu undangan agar mereka terhindar dari segala bentuk risiko kesehatan lingkungan yang tidak diinginkan selama rangkaian kegiatan musyawarah besar ini terselenggara dengan sangat baik.
Inisiasi Pencegahan Dini
Anggota DPD RI asal Jawa Timur menginisiasi langkah tanggap darurat yang sangat strategis ini untuk melindungi ribuan peserta dari potensi ancaman kesehatan lingkungan yang serius dan dapat membahayakan keselamatan bersama.
Koordinasi lintas sektoral yang solid bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang menjadi kunci utama agar proses penyemprotan insektisida dapat menjangkau seluruh titik penginapan strategis secara tepat sasaran, merata, serta menyeluruh.
Perencanaan matang ini melibatkan pemetaan wilayah secara komprehensif demi memastikan tidak ada satupun sudut kawasan pesantren yang terlewat dari tindakan pencegahan gigitan nyamuk vektor berbahaya tersebut.
Komitmen Menjaga Kesehatan Muktamirin
Target penyemprotan insektisida ini meluas secara bertahap hingga mencakup total lima titik krusial guna menjamin sterilnya seluruh fasilitas akomodasi yang akan ditempati oleh para tamu agung selama acara keagamaan tersebut.
“Kenapa kami memilih melakukan fogging, karena saat ini ada beberapa kasus yang terkena demam berdarah dan kami tidak mau kejadian itu terulang,” ujar Hj Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur.
Kesehatan serta keselamatan para peserta merupakan prioritas mutlak yang harus dijaga bersama agar seluruh rangkaian acara musyawarah besar keagamaan ini dapat berjalan sukses tanpa ada hambatan gangguan kesehatan sedikit pun di masa depan.