Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
30 Januari 2026 | 18:21 WIB
Nasional

Rais Aam PBNU Umumkan Munas dan Konbes April 2026, Muktamar ke-35 Digelar Juli–Agustus

Rapat munas PBNU
Suasana Rapat Pleno di lantai 8 Gedung PBNU, pada Kamis (29/1/2026). (Foto: NU Online/Suwitno)

 

Jakarta (Surau.ID) — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan jadwal pelaksanaan agenda-agenda strategis organisasi, mulai dari Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama, Konferensi Besar (Konbes), hingga Muktamar ke-35 NU. Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menyampaikan keputusan tersebut usai Rapat Pleno PBNU di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

KH Miftachul Akhyar menyatakan, PBNU akan menggelar Munas dan Konbes NU pada bulan Syawal 1447 Hijriah atau sekitar April 2026. Sementara itu, Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026.

“Kita mempersiapkan dengan sebaik-baiknya Munas dan Konbes NU 2026 di bulan Syawal 1447 Hijriah, atau April 2026. Adapun Muktamar Ke-35 NU kita targetkan di bulan Juli atau Agustus 2026,” ujar KH Miftachul Akhyar dalam rapat pleno tersebut.

Ia menjelaskan, penetapan jadwal itu mempertimbangkan kesinambungan organisasi serta hasil Muktamar ke-34 NU di Lampung yang sebelumnya memajukan periode Muktamar satu tahun lebih awal.

“Karena pada Muktamar Lampung itu kita maju satu tahun, maka sekarang kita ingin mengembalikan ke ritme semula. Tetapi waktunya sudah tidak memungkinkan penuh satu tahun, sehingga paling realistis antara lima sampai tujuh bulan ke depan,” jelasnya.

Menurut KH Miftachul Akhyar, PBNU mengambil keputusan tersebut demi kemaslahatan jam’iyah agar NU dapat kembali fokus menjalankan agenda-agenda besar kebangsaan dan keumatan. Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pengurus PBNU untuk meneguhkan niat berkhidmat dalam organisasi.

“Keberadaan kita di dalam jam’iyah Nahdlatul Ulama ini hanyalah untuk berkhidmat. Tidak ada rebutan. Yang ada adalah khidmat dan ngalap barokah dari para muassis dan generasi salafus shalih,” ucapnya.

KH Miftach menambahkan, penetapan jadwal Munas, Konbes, dan Muktamar diharapkan menjadi momentum awal untuk menata kembali perjalanan organisasi.

“Apa yang menjadi masalah-masalah ikhtilaf waktu kemarin, ini sudah kita anggap selesai. Mari kita buka lembaran baru, dan melangkah bersama dengan niat khidmat yang selaras dengan ridha Allah,” terangnya.

Dalam rapat pleno yang sama, PBNU juga menyepakati sejumlah keputusan penting lainnya. PBNU meninjau kembali hasil Rapat Pleno PBNU pada 9 Desember 2025 serta memulihkan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU. Selain itu, rapat pleno menerima pengembalian mandat KH Zulfa Mustofa sebagai Penjabat Ketua Umum PBNU.

PBNU juga memulihkan komposisi kepengurusan sebagaimana hasil Muktamar ke-34 NU di Lampung yang telah diperbarui melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW). Tak hanya itu, PBNU memutuskan meninjau kembali sejumlah surat keputusan organisasi yang diterbitkan tanpa kelengkapan tanda tangan struktural serta melakukan pembenahan tata kelola organisasi, termasuk administrasi dan keuangan, sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Sumber: Nu Online

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id