Probolinggo (Surau.ID) – Kelompok Kajian Pojok Surau (KKPS) menggelar bazar buku untuk memeriahkan Haul dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 16 hingga 19, dengan menyasar mahasiswa, santri, dan masyarakat umum.
Koordinator KKPS angkatan 2024, David, mengatakan persiapan bazar dilakukan selama dua bulan. Fokus utama persiapan adalah membangun komunikasi dengan penerbit buku. “Saya menghubungi lebih dari 10 penerbit, tetapi yang merespons hanya sekitar lima. Dari jumlah itu, dua penerbit yang akhirnya menyepakati kontrak, yakni Diva Plus Surabaya dan Gerilya Buku Pelangi Malang,” kata David.
Dari dua penerbit tersebut, KKPS menghadirkan lebih dari 1.500 eksemplar buku. Rinciannya, Diva Plus menyuplai lebih dari 1.000 eksemplar, sementara Gerilya Buku Pelangi menyediakan sekitar 500 eksemplar. Buku-buku yang dipamerkan dan dijual mencakup berbagai genre, seperti filsafat, sastra, cerpen, puisi, dan sejarah.
Meski demikian, David mengakui bazar buku ini menghadapi tantangan, terutama terkait daya tarik pembeli. “Tantangan utamanya masih pada minat beli yang belum maksimal,” ujarnya.
Melalui bazar ini, KKPS berharap dapat mendorong tumbuhnya minat baca di kalangan mahasiswa dan santri. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat peran KKPS sebagai ruang intelektual.
“Semoga KKPS menjadi pusat atau kerja-kerja peradaban,” harapan Gus Muhammad Al-Fayyadl kapada KKPS.