Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
01 Juli 2026 | 10:32 WIB
Daerah

BPBD Bondowoso Siapkan Solusi Permanen Atasi Krisis Air Bersih

BPBD Bondowoso sedang menyalurkan air bersih (Foto: Surau.ID/Ist)

 

BONDOWOSO (Surau.ID) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026. Selain tetap melakukan distribusi air bersih ke wilayah terdampak, pemerintah juga mulai merancang penanganan permanen agar persoalan kekeringan tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan dropping air bersih masih menjadi langkah utama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau. Namun, sesuai arahan Bupati Bondowoso, penanganan permanen kini mulai dipersiapkan sebagai solusi jangka panjang.

“Antara Agustus hingga September kami tetap akan melaksanakan dropping air bersih. Namun bersamaan dengan itu, kami juga mempersiapkan penanganan permanen. Ini menjadi arahan Bapak Bupati, karena setiap tahun kami selalu melakukan penanganan darurat,” ujarnya.

Sebagai dasar penanganan, BPBD telah memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Hasil identifikasi menunjukkan terdapat sembilan kecamatan, 12 desa, dan 20 dusun yang menjadi prioritas penanganan. Salah satu wilayah yang dinilai paling rawan adalah Dusun Sumber Biru.

Kristianto menegaskan, penanganan bencana kekeringan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Karena itu, BPBD menerapkan pendekatan pentahelix dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana.

Sebagai bentuk kolaborasi tersebut, BPBD akan kembali menyalurkan bantuan air bersih mulai pekan depan melalui dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan sejumlah lembaga mitra.

Dalam skema tersebut, Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) akan menyalurkan bantuan ke dua desa dengan total empat rit atau sekitar 20.000 liter air bersih. Bank Jatim juga memberikan bantuan untuk dua desa melalui empat rit atau 20.000 liter air bersih.

Sementara itu, Baznas Kabupaten Bondowoso akan mendistribusikan bantuan ke tujuh desa dengan total 14 rit atau sekitar 70.000 liter air bersih, sehingga diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau.

“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dengan kolaborasi seluruh unsur pentahelix, kami berharap kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau, sekaligus mendorong terwujudnya solusi permanen bagi wilayah yang selama ini menjadi langganan kekeringan,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat, BPBD Bondowoso berharap penanganan kekeringan tidak lagi hanya berfokus pada langkah darurat berupa dropping air bersih, tetapi juga mampu menghadirkan solusi permanen yang menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah rawan kekeringan.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id