Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
07 September 2026 | 05:04 WIB
Daerah

PMII Disebut “Yang Diridai” di Untaq, Rektor At-Taqwa Ajak Mahasiswa Baru Berorganisasi

IMG 20260906 WA0067

 

BONDOWOSO (Surau.ID) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) disebut sebagai bagian dari proses organisasi ekstra yang mendapat ruang di Universitas At-Taqwa Bondowoso. Hal itu disampaikan Rektor Universitas At-Taqwa Bondowoso, Dr. Agus Fawaid, M.Pd.I, saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2MB) 2026.

Dalam penyampaiannya, Agus Fawaid mendorong mahasiswa baru untuk tidak hanya menjalani aktivitas perkuliahan, tetapi juga mengembangkan kapasitas melalui organisasi, baik organisasi intra maupun ekstra kampus.

“Proses ketika Anda ada di kampus ini, pertama, ikuti perkuliahan dengan baik dan benar. Yang kedua, Anda perlu membangun kemampuan diri melalui bergabung dengan kegiatan-kegiatan organisasi, baik itu intra ataupun ekstra,” ujar Agus Fawaid.

Ia kemudian secara khusus menyebut PMII ketika menjelaskan organisasi ekstra yang menjadi bagian dari proses mahasiswa di Universitas At-Taqwa Bondowoso.

“Ketika berbicara ekstra, Yayasan At-Taqwa Bondowoso beberapa kali saya mendengarkan itu dan saya menyaksikan itu, yang diridai di Universitas At-Taqwa Bondowoso Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Ini adalah bagian-bagian dari proses,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian dalam rangkaian PK2MB. Agus Fawaid tidak hanya mengajak mahasiswa baru mengenal kehidupan akademik, tetapi juga menekankan pentingnya pengalaman organisasi sebagai ruang untuk mengasah kemampuan dan membentuk karakter.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadi “mahasiswa kupu-kupu”, yakni hanya datang ke kampus untuk mengikuti perkuliahan kemudian pulang tanpa membangun pengalaman sosial dan organisasi.

“Jangan Anda kemudian menjadi mahasiswa kupu-kupu, datang kampus pulang selesai. Tidak demikian. Tapi asah kemampuan Anda melalui organisasi intra ataupun ekstra,” tegasnya.

Meski mendorong mahasiswa aktif berorganisasi, Agus Fawaid memberikan penekanan bahwa aktivitas organisasi tidak boleh mengorbankan kewajiban akademik. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menjaga keseimbangan antara perkuliahan dan organisasi.

Dorongan tersebut tidak terlepas dari pandangannya mengenai fungsi perguruan tinggi. Menurut Agus Fawaid, kampus bukan hanya tempat memperoleh gelar akademik, tetapi juga institusi yang mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin dan insan yang mampu mengabdi kepada masyarakat.

Ia meminta mahasiswa baru menjaga niat sejak awal memasuki Universitas At-Taqwa Bondowoso. 

Menurutnya, kuliah tidak semestinya hanya diarahkan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus.

“Datang ke kampus ini bukan untuk mencari pekerjaan di masa depan. Tapi tolong datang ke kampus ini, niat yang pertama adalah niatkan untuk mengabdi, yang kedua adalah untuk menghilangkan kebodohan,” katanya.

Agus Fawaid juga menilai Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara logika, tetapi memiliki semangat pengabdian.

“Hari ini yang dibutuhkan di Indonesia adalah bukan hanya sekadar orang yang cerdas secara logika, tapi orang yang gemar mengabdi,” ujarnya.

Ia pun meminta mahasiswa menjalani proses pendidikan dengan sungguh-sungguh. Bagi dirinya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga bagaimana mahasiswa menjaga niat dan menjalani proses selama berada di kampus.

“Kalau yang pertama adalah jaga niatnya, yang kedua adalah jaga prosesnya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Fawaid juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki pengalaman sebagai kader PMII. Ia mengakui pernah berproses di PMII Komisariat At-Taqwa ketika institusi tersebut masih bernama STAI At-Taqwa.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan dirinya dalam berorganisasi sebelum kemudian dipercaya memimpin Universitas At-Taqwa Bondowoso.

Ajakan untuk aktif dalam organisasi juga kembali disampaikan Agus Fawaid melalui video yang beredar pada 6 September 2026. Dalam video tersebut, ia secara terbuka mengajak mahasiswa baru Universitas At-Taqwa Bondowoso bergabung dengan PMII.

“Saya selaku Rektor Universitas At-Taqwa Bondowoso mengajak kepada seluruh mahasiswa baru Universitas At-Taqwa Bondowoso untuk bergabung bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Jika kalian ingin hebat, ingin sukses, ingin keren, bergabunglah bersama PMII. Insya Allah PMII akan mengantarkanmu sehebat mimpimu. Salam pergerakan,” ucapnya.

Di sisi lain, Presiden Mahasiswa Universitas At-Taqwa Bondowoso, Fionaldo Alfindani, turut menegaskan identitas kampus sebagai kampus pergerakan. Fionaldo merupakan kader PMII Rayon Rabi’ah Al-Adawiyah Komisariat RBA Universitas At-Taqwa Bondowoso dan mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Angkatan I asal Kabupaten Pamekasan, Madura.

Menurut Fionaldo, menjadi mahasiswa tidak cukup hanya dengan mengejar prestasi akademik. Mahasiswa juga harus memiliki keberanian untuk melihat persoalan di tengah masyarakat dan mengambil peran.

“Menjadi mahasiswa bukan hanya rajin kuliah, tapi juga berani bersuara, berani menegakkan keadilan, ikut andil dalam setiap isu kemasyarakatan, harus sakit hati ketika melihat ketimpangan,” ujarnya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk memiliki keberpihakan terhadap masyarakat yang tertindas.

“Harus selalu siap sedia menyambung lidah rakyat, berpihak kepada masyarakat yang tertindas. Kampus At-Taqwa ini kampus pergerakan,” tegas Fionaldo.

Menurutnya, mahasiswa baru tidak sekadar memasuki ruang akademik, tetapi juga memasuki proses pembentukan intelektual, moral, profesionalisme, dan kepemimpinan.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan Agus Fawaid agar mahasiswa Universitas At-Taqwa Bondowoso tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki spiritualitas dan integritas.

“Anda jangan berkecil hati karena ada di Universitas At-Taqwa Bondowoso. Tapi Anda harus bangga. Inilah kami, mahasiswa Universitas At-Taqwa Bondowoso, yang tidak hanya akan unggul dalam bidang intelektual, tapi kita juga unggul dalam bidang spiritual dan integritas,” tuturnya.

Namun, identitas sebagai kampus pergerakan juga disertai pesan tanggung jawab. Agus Fawaid mengingatkan mahasiswa bahwa setiap perilaku mereka di tengah masyarakat maupun media sosial turut membawa nama almamater.

“Anda ini adalah cerminan Universitas At-Taqwa Bondowoso di masyarakat, jaga nama baik almamater. Alma mater perlu kita jaga, bukan hanya di dunia nyata, tapi dunia maya juga perlu kita jaga,” pesannya.

Dengan demikian, PK2MB Universitas At-Taqwa Bondowoso 2026 tidak hanya menjadi ruang pengenalan kehidupan akademik bagi mahasiswa baru. Momentum tersebut juga menjadi penegasan bahwa proses pendidikan di kampus diarahkan untuk membangun mahasiswa yang memiliki kapasitas intelektual, pengalaman organisasi, kepedulian sosial, integritas, serta keberanian untuk mengabdi.

Bagi Universitas At-Taqwa Bondowoso, menjadi mahasiswa tidak cukup hanya hadir di ruang kelas. Mahasiswa dituntut untuk belajar, berproses, berorganisasi, mengabdi dan bergerak, dengan tetap menjaga keseimbangan antara tanggung jawab akademik dan aktivitas organisasi.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id