Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
28 Juli 2026 | 20:15 WIB
Daerah

Festival Literasi Bondowoso, Bedah Buku Breaking the Ceiling Disambut Antusias Ratusan Peserta

Suasana bedah buku Breaking the Ceiling (Foto: Surau.ID/Ist)

 

BONDOWOSO (Surau.ID) – Hari kedua Pameran dan Festival Literasi Bondowoso menjadi ruang berbagi inspirasi bagi generasi muda. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso menghadirkan bedah buku Breaking the Ceiling karya dr. Celline Wijaya, MMSc., yang diikuti ratusan pelajar, mahasiswa, guru, dan pegiat literasi di Bondowoso, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB itu mendapat sambutan luar biasa. Bahkan sejak satu jam sebelum acara dimulai, peserta telah memadati lokasi registrasi untuk mendapatkan buku gratis yang disediakan panitia.

Dipandu Mohammad Hairul, M.Pd., Instruktur Nasional Literasi Baca Tulis sekaligus Kepala SMP Negeri 1 Curahdami, acara dibuka dengan ajakan untuk menjadikan membaca dan menulis sebagai bagian dari perjalanan hidup.

Hairul mengutip pesan sastrawan Pramoedya Ananta Toer yang mengundang tepuk tangan para peserta.

Memasuki sesi utama, dr. Celline Wijaya membagikan perjalanan hidupnya yang penuh tantangan hingga berhasil meraih berbagai pencapaian akademik.

Ia mengisahkan bagaimana dirinya mampu diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga pada usia 15 tahun melalui program akselerasi, sebelum melanjutkan studi ke Harvard University.

“Saya tidak pernah berpikir bahwa mimpi besar hanya dimiliki orang-orang hebat. Mimpi itu milik siapa saja yang mau berusaha, terus belajar, dan tidak berhenti ketika menghadapi kegagalan,” ujarnya.

Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, selama berani keluar dari zona nyaman dan tidak membatasi dirinya sendiri.

“Sering kali yang menjadi penghalang terbesar bukan keadaan, tetapi rasa takut dalam diri kita sendiri. Ketika kita berani melangkah, akan selalu ada jalan yang terbuka,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, S.Pd., M.Si., yang hadir sebagai penanggap pertama, menilai buku Breaking the Ceiling membawa pesan penting bagi generasi muda agar tidak cepat puas dengan kemampuan yang dimiliki.

“Anak-anak harus berani memiliki cita-cita yang tinggi. Jangan takut dengan tantangan, karena setiap keberhasilan selalu diawali dari keberanian untuk mencoba dan kemauan untuk terus belajar,” ungkapnya.

Penanggap kedua, Dr. Septiana Agustin, M.Pd., mengajak para peserta untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi penilaian negatif dari lingkungan sekitar.

“Jangan biarkan perkataan orang lain menentukan masa depan kita. Jadikan kritik sebagai bahan evaluasi, tetapi tetap yakini bahwa kita mampu mencapai apa yang kita cita-citakan,” tuturnya.

Interaksi antara penulis dan peserta berlangsung hangat. Berbagai pertanyaan seputar pengalaman belajar, manajemen waktu, hingga cara menjaga semangat dalam mengejar mimpi mewarnai jalannya diskusi.

Di akhir acara, dr. Celline melayani permintaan tanda tangan buku dan foto bersama seluruh peserta.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso, Dra. Nunung Setianingsih, M.M., mengaku bersyukur melihat tingginya minat masyarakat mengikuti agenda literasi tersebut.

“Kami ingin Festival Literasi tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga ruang bertemunya ide, pengalaman, dan inspirasi. Kehadiran dr. Celline memberikan semangat baru kepada para pelajar bahwa mimpi besar bisa diraih siapa saja yang mau berjuang,” ujarnya.

Ia berharap rangkaian Festival Literasi Bondowoso mampu menumbuhkan budaya membaca sekaligus memotivasi generasi muda untuk terus belajar, berkarya, dan berani menembus batas kemampuan mereka melalui pendidikan dan literasi.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id