JAKARTA (Surau.ID) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama OceanX akan menggelar Simposium Marine Futures Unlocked 2: From Insight to Impact di Grand Ballroom BRIN Gatot Subroto, Jakarta, pada Kamis (23/7). Melalui forum ini, BRIN akan memaparkan hasil riset kelautan dari program Mission Indonesia 2024–2026 sekaligus mendorong pemanfaatan temuan ilmiah sebagai pijakan penyusunan kebijakan pengelolaan laut yang berkelanjutan.
Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan bahwa Indonesia memerlukan kebijakan kelautan yang bertumpu pada bukti ilmiah agar mampu menjaga keberlanjutan sumber daya laut di tengah besarnya potensi yang dimiliki sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.
“Pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan membutuhkan dukungan data ilmiah yang kuat, kolaborasi lintas sektor, serta kebijakan yang berbasis bukti,” ujar Arif.
Ia menjelaskan, kolaborasi BRIN dan OceanX melalui Mission Indonesia 2024–2026 telah menghasilkan berbagai temuan ilmiah yang memperkaya pemahaman mengenai kondisi laut Indonesia. Hasil riset tersebut mencakup bidang geosains laut, biodiversitas, oseanografi, konservasi, hingga tata kelola kelautan.
Riset Jadi Dasar Kebijakan Laut
Arif menilai hasil penelitian tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah. Menurutnya, berbagai temuan tersebut harus menjangkau para pengambil kebijakan agar dapat diterapkan dalam pengelolaan sumber daya kelautan.
Karena itu, BRIN menghadirkan Simposium Marine Futures Unlocked 2 sebagai ruang diseminasi hasil riset sekaligus wadah dialog yang mempertemukan pemerintah, akademisi, organisasi internasional, lembaga konservasi, mitra pembangunan, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor kelautan.
“Simposium ini bertujuan mendiseminasikan hasil riset ilmiah kelautan Mission Indonesia 2024–2026 serta memperkuat pemanfaatannya dalam mendukung tata kelola dan kebijakan kelautan yang berkelanjutan,” kata Arif.
Kolaborasi Perkuat Ekosistem Kelautan
Selain menyampaikan hasil penelitian terbaru, BRIN juga ingin memperluas kolaborasi riset kelautan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurut Arif, kerja sama lintas lembaga menjadi kunci untuk memperkuat konservasi ekosistem laut sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola kelautan Indonesia.
Simposium tersebut akan menghadirkan CEO OceanX Dr. Vincent Pieribone, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta peneliti, akademisi, pejabat pemerintah, organisasi internasional, dan mitra pembangunan dari berbagai negara.
Melalui kemitraan strategis dengan OceanX, BRIN menargetkan Indonesia semakin mengukuhkan perannya sebagai pusat riset kelautan tropis dunia. Arif menilai penguatan riset berbasis kolaborasi akan menghasilkan kebijakan yang mampu menjaga keberlanjutan ekosistem laut sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya kelautan untuk masa depan.
“BRIN mendorong lahirnya kebijakan berbasis sains yang mampu menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya kelautan bagi generasi mendatang,” pungkasnya.