PROBOLINGGO (Surau.ID) – Dewan Pimpinan Daerah Ahlulbait Indonesia (DPD ABI) Kota Probolinggo mengembangkan program budidaya cabe jamu sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi komunitas di tengah tekanan ekonomi. Program ini digagas melalui Departemen Pemberdayaan Ekonomi dengan melibatkan anggota komunitas secara langsung dari tahap pembibitan hingga pemasaran.
Tanaman cabe jamu atau cabe jawa dipilih karena memiliki nilai ekonomi sebagai bahan jamu dan rempah, sekaligus relatif mudah dibudidayakan. Inisiatif ini diharapkan menjadi sumber penghasilan tambahan sekaligus memperkuat basis ekonomi umat.
Wakil Ketua Departemen Humas, Media, dan Penerangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ABI, Lutfi A. Basori, meninjau langsung program tersebut. Dalam kunjungannya, ia turut membeli selusin bibit sebagai bentuk dukungan.
“Kadang kita menunggu gerakan besar, padahal perubahan justru lahir dari langkah-langkah sederhana seperti ini,” ujarnya, Rabu (18/03/2026).
“Ketika kita membeli satu bibit, kita sedang menanam harapan. Ketika kita menanamnya, kita sedang menumbuhkan kemandirian. Dan ketika ini dilakukan bersama, ia akan menjadi kekuatan ekonomi umat yang nyata,” lanjutnya.

Perwakilan Divisi Pemberdayaan Ekonomi DPD ABI Probolinggo, Habib Ali Zainal Abidin Almuhdhor, mengatakan program ini dirancang sebagai gerakan bersama yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
Ia menjelaskan, budidaya dilakukan oleh komunitas mulai dari pembibitan hingga penjualan, dengan tujuan membangun sistem ekonomi mandiri yang berkelanjutan.
Ketua DPD ABI Kota Probolinggo, Ahmad Gufron, menilai program tersebut berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga. Ia berharap budidaya cabe jamu dapat membantu menopang kebutuhan rumah tangga di luar penghasilan utama.
Menurutnya, tanaman ini memiliki keunggulan karena tahan terhadap berbagai kondisi cuaca, mudah dirawat, serta memiliki umur produktif yang panjang hingga belasan tahun.
Selain itu, peluang pasar cabe jamu dinilai terbuka luas. Permintaan tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari sejumlah negara seperti China, Pakistan, India, hingga Eropa.
DPD ABI Probolinggo menegaskan, program ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di dalam komunitas. Melalui kegiatan bersama, diharapkan terbangun hubungan yang lebih erat antaranggota serta semangat saling mendukung.
Inisiatif ini diharapkan menjadi awal tumbuhnya gerakan ekonomi berbasis komunitas yang berkelanjutan, dimulai dari langkah sederhana berupa penanaman bibit cabe jamu.