Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
25 Mei 2026 | 18:26 WIB
Daerah

Cegah Stunting Sejak Kandungan, Ning Marisa Tekankan Pendampingan Ibu Hamil

Ning Marisa
Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris. {Foto: probolinggokab.go.id}

 

KRAKSAAN (Surau.ID) — Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris menghadiri kegiatan peningkatan kapasitas pendamping ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo di Ruang Pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Senin (25/5/2026).

Mengutip laman resmi pemerintah Probolinggo, kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat percepatan penurunan stunting melalui peningkatan kualitas pendampingan bagi ibu hamil berisiko KEK.

Dinkes Kabupaten Probolinggo melibatkan perwakilan 10 puskesmas, kader pendamping, TP PKK kecamatan, serta nutrisionis dalam kegiatan tersebut. Sepuluh puskesmas itu meliputi Maron, Sumber, Klenang Kidul, Banyuanyar, Jabungsisir, Kuripan, Sumberasih, Kraksaan, Dringu, dan Pakuniran.

Hadir pula Sekretaris I TP PKK Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami, serta Penyuluh Kesehatan Masyarakat Ahli Pertama Dinkes Provinsi Jawa Timur Pungki Anggraeni Mustika.

Perkuat Pendampingan Sejak Masa Kehamilan

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo, Sri Wahyu Utami, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas para pendamping agar mampu memberikan edukasi, pemantauan, serta intervensi yang lebih optimal kepada ibu hamil KEK.

“Target kegiatan ini adalah agar ASI eksklusif dapat berjalan dengan baik, ibu dan anak selamat serta tidak ada lagi bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR),” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris menekankan bahwa penanganan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan, bahkan sebelum seorang ibu melahirkan generasi penerus.

Menurut Ning Marisa, ibu hamil yang mengalami KEK membutuhkan perhatian lebih karena kondisi tersebut dapat memengaruhi tumbuh kembang bayi dan meningkatkan risiko stunting. Karena itu, kader pendamping memiliki peran penting sebagai penghubung antara tenaga kesehatan dan masyarakat.

“Pendamping bukan hanya hadir untuk mencatat atau memantau, tetapi harus mampu menjadi teman, penguat dan pengingat bagi ibu hamil agar tetap menjaga kesehatan dan kecukupan gizinya. Ketika seorang ibu merasa didampingi dan diperhatikan, maka proses kehamilan akan lebih sehat dan terarah,” ungkapnya.

Stunting Berkaitan dengan Masa Depan

Ning Marisa juga menegaskan bahwa upaya melahirkan generasi sehat merupakan investasi besar bagi masa depan Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia sangat ditentukan oleh perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak sejak dini.

“Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi berkaitan dengan masa depan generasi. Anak-anak yang lahir sehat hari ini akan menjadi penentu kemajuan daerah di masa depan. Karena itu, kita harus bergerak bersama, saling menguatkan dan memastikan tidak ada ibu hamil yang merasa sendirian menghadapi masa kehamilannya,” tegasnya.

Ia mengajak TP PKK, kader kesehatan, tenaga medis, hingga pemerintah kecamatan dan desa untuk terus memperkuat kolaborasi dalam memberikan edukasi serta pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id