Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
03 Januari 2026 | 06:06 WIB
Pesantren

STAI Nurul Qodim Gandeng LHN Bedah Kitab Hadis Sekunder

IMG 20260103
Diskusi hadist sekunder (Foto: Ist).

 

Probolinggo (Surau.ID) – STAI Nurul Qodim bekerja sama dengan Lingkar Hadis Nusantara menggelar Kajian Literasi Kitab Hadis Sekunder di Aula AMMA Nurul Qodim, Probolinggo. Kegiatan akademik ini berlangsung pada Jumat, 2 Desember 2026, mulai pukul 07.30 hingga 10.00 WIB.

Kajian tersebut diikuti mahasiswa STAI Nurul Qodim, khususnya dari Program Studi Ilmu Hadis. Sejak awal kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan mengikuti pemaparan materi secara aktif.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat budaya literasi akademik di lingkungan kampus. Panitia merancang kajian untuk mendorong mahasiswa memahami hadis secara komprehensif dan metodologis.

Mahasiswa tidak hanya diajak membaca teks hadis. Mereka juga dilatih memahami proses penyusunan kitab, latar belakang ulama, serta karakter metodologi yang digunakan.

Lingkar Hadis Nusantara menghadirkan Ach. Jalaluddin Ar Rumi sebagai pemateri utama. Ia dikenal aktif dalam pengembangan kajian literasi dan metodologi hadis di berbagai forum akademik.

Dalam pemaparannya, Ach. Jalaluddin Ar Rumi menekankan posisi strategis kitab hadis sekunder. Kitab-kitab tersebut tidak disusun sebagai penghimpunan primer, namun sangat berpengaruh dalam praktik keilmuan dan pendidikan hadis.

IMG 20260103
Diskusi hadist sekunder (Foto: Ist).

Memahami Metodologi Kitab Hadis Sekunder

Sejumlah kitab hadis sekunder menjadi fokus kajian. Di antaranya Bulūgh al-Marām karya Ibnu Hajar al-‘Asqalani, al-Jāmi‘ karya Jalaluddin as-Suyuthi, serta al-Mu‘jam karya Imam ath-Thabrani.

Pemateri menjelaskan latar belakang penulisan setiap kitab secara sistematis. Ia menguraikan tujuan penyusunan, sumber hadis yang digunakan, serta metode seleksi yang diterapkan para ulama.

Ach. Jalaluddin Ar Rumi juga membahas struktur penyusunan kitab. Penjelasan meliputi pengelompokan tema, penempatan sanad dan matan, hingga perbedaan pendekatan antarpenyusun.

Ia memaparkan kelebihan dan keterbatasan masing-masing kitab secara objektif. Pendekatan ini membantu mahasiswa memahami posisi kitab hadis sekunder dalam peta keilmuan hadis.

“Mahasiswa tidak cukup hanya menghafal atau mengutip hadis, tetapi juga harus memahami dari mana hadis itu diambil, bagaimana penyusunnya memilih hadis, dan untuk tujuan apa kitab itu disusun. Di sinilah pentingnya literasi metodologis,” ungkapnya.

Menurutnya, pemahaman metodologi akan membentuk sikap akademik yang kritis. Mahasiswa dapat menggunakan hadis secara bertanggung jawab dan kontekstual.

Kaprodi Ilmu Hadis STAI Nurul Qodim, Muhammad Sholihin, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini relevan dengan kebutuhan akademik mahasiswa.

“Kajian literasi kitab hadis sekunder seperti ini sangat penting untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai peta literatur hadis. Mahasiswa tidak hanya dikenalkan pada kitab-kitab hadis primer, tetapi juga diajak memahami kitab-kitab sekunder yang selama ini banyak digunakan dalam kajian fikih, dakwah, dan penelitian akademik,” ujar Muhammad Sholihin, M.Ag.

Ia menegaskan kegiatan ini sejalan dengan visi Prodi Ilmu Hadis STAI Nurul Qodim. Program studi tersebut berkomitmen mencetak lulusan yang kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakan hadis.

Muhammad Sholihin, M.Ag. berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut. Ia mendorong penguatan kajian literasi, diskusi metodologis, dan pelatihan riset hadis.

Melalui kegiatan ini, STAI Nurul Qodim dan Lingkar Hadis Nusantara menegaskan komitmen bersama dalam mengembangkan tradisi keilmuan hadis yang moderat dan akademis. Kajian ini menjadi ruang pembelajaran penting bagi mahasiswa dalam mendalami hadis secara ilmiah dan sistematis.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id