Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
03 Februari 2026 | 12:43 WIB
Daerah

Cuaca Ekstrem, Nelayan Pasuruan Tewas Tersambar Petir saat Melaut di Perairan Katingan Sidoarjo

Nelayan tersambar petir
M Sani, seorang nelayan asal Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur tewas setelah tersambar petir di perairan laut di Sidoarjo, Senin (2/2/2026) petang. (Dok. Satpolairud Polres Pasuruan Kota)

 

PASURUAN (Surau.ID) — Cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur kembali merenggut korban jiwa. Seorang nelayan asal Kabupaten Pasuruan, M Sani (34), meninggal dunia setelah tersambar petir saat melaut di Perairan Katingan, Tlocor, Kabupaten Sidoarjo, Senin (2/2/2026) petang.

Kasubnit Lidik Satpolairud Polres Pasuruan Kota, Aipda Laswanto, menjelaskan bahwa insiden tragis tersebut terjadi ketika cuaca buruk melanda kawasan perairan dengan hujan lebat dan sambaran petir yang intens. Saat itu, korban melaut bersama dua rekannya untuk mencari kepiting sejak pukul 16.00 WIB.

Namun, setibanya di lokasi, kondisi cuaca berubah drastis menjadi ekstrem. Petir menyambar perairan secara berulang hingga akhirnya mengenai korban.

“Sekitar pukul 18.00 WIB, saat korban sedang mengemudikan perahu, petir menyambar dan langsung mengenai tubuh korban. Korban seketika terjatuh di dalam perahu,” ujar Laswanto, Selasa (3/2/2026).

Saksi mata sekaligus rekan korban, Rohman, mengungkapkan detik-detik mencekam saat petir menghantam perahu yang mereka tumpangi. Ia menyebut sambaran petir tersebut juga menyebabkan mesin perahu mati mendadak.

“Waktu itu hujan deras sekali dan petir menyambar-nyambar. Tiba-tiba mesin mati. Saya menoleh ke belakang, korban sudah tergeletak dan tidak bernyawa. Di dada sebelah kanan ada bekas luka (bakar),” ungkap Rohman.

Mengetahui korban telah meninggal dunia, Rohman segera membawa perahu kembali ke daratan menuju Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Setibanya di darat, warga kemudian membawa jenazah ke rumah duka.

Pihak keluarga korban menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah akibat faktor alam dan menolak dilakukan visum maupun autopsi.

“Keluarga korban tidak menuntut pihak mana pun dan meminta jenazah segera dimakamkan. Surat pernyataan penolakan sudah kami terima,” tambah Laswanto.

Laswanto menambahkan, Perairan Katingan di Kabupaten Sidoarjo memang dikenal rawan badai dan sambaran petir, terutama saat puncak musim hujan dengan intensitas cuaca ekstrem seperti sekarang.

Untuk itu, pihak kepolisian mengimbau para nelayan dan masyarakat pesisir agar meningkatkan kewaspadaan saat melaut.

“Kami mengimbau nelayan agar selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG sebelum melaut. Jika cuaca terlihat mendung gelap dan mulai ada petir, sebaiknya segera menepi demi keselamatan,” tutupnya.

Sumber: Kompas.com

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id