Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
16 Mei 2026 | 16:17 WIB
Pesantren

Dari Lahan Pesantren, Melon Premium Probolinggo Kini Tembus Pasar Nasional

IMG
Dua pengunjung menunjukkan hasil panen melon premium di greenhouse Tanjoeng Farm, kawasan pesantren pesisir Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.

 

PROBOLINGGO (Surau.ID) – Lahan milik pesantren di kawasan pesisir Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, kini disulap menjadi greenhouse melon premium yang berhasil menembus pasar nasional. Melalui Pondok Pesantren Nurul Jadid, budidaya pertanian modern itu berkembang menjadi pusat edukasi sekaligus wisata petik buah.

Greenhouse yang dikelola Tanjoeng Farm tersebut bahkan mampu menjual habis sekitar 2,2 ton melon premium hanya dalam dua hari saat panen perdana. Melon yang dibudidayakan memiliki rasa manis dan tekstur renyah sehingga diminati pasar modern.

Pengelola Tanjoeng Farm sekaligus Ketua Poktan Tunas Harapan Desa Karanganyar, Nahrawi, mengatakan gagasan pertanian modern itu muncul pada 2021. Saat itu, ia melihat banyak lahan pesantren yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Awalnya hanya obrolan dengan teman-teman. Kami berpikir, masa teknologi pertanian modern tidak bisa diterapkan di sini,” kata Nahrawi, Sabtu (16/05/2026).

Menurut dia, ide tersebut sempat diragukan karena lokasi greenhouse berada di kawasan pesisir dengan suhu panas dan karakter tanah dataran rendah. Tim dari pesantren kemudian belajar ke sejumlah daerah untuk mencari sistem pertanian yang sesuai dengan wilayah pesisir.

1000996382

Pesantren Kembangkan Pertanian Modern

Dalam pengembangannya, Tanjoeng Farm menggunakan sistem hidroponik nutrient film technique (NFT). Metode ini membuat aliran nutrisi tanaman lebih stabil sehingga cocok diterapkan di lingkungan pesisir.

Bibit melon premium didatangkan dari Belanda, Thailand, dan Taiwan dengan varietas unggulan lavender serta intanon. Varietas lavender dikenal memiliki ukuran besar, warna oranye, rasa manis, dan tekstur crunchy, sedangkan intanon memiliki aroma khas dengan tekstur lebih lembut.

Greenhouse seluas 16 x 32 meter itu mampu menampung sekitar 1.400 tanaman melon dan menghasilkan panen hingga empat kali dalam setahun. Tingkat kemanisan buah bahkan mencapai 14 brix.

“Untuk harga Rp 30.000 per kilogram. Alhamdulillah panen pertama langsung habis dalam dua hari,” ujar Nahrawi.

Awalnya, hasil panen dipasarkan melalui konsep wisata petik buah yang dipromosikan lewat TikTok dan YouTube. Pengunjung dari berbagai daerah datang untuk memetik langsung melon sambil belajar sistem budidaya hidroponik di lingkungan pesantren.

Memasuki panen keempat awal 2026, sekitar 80 persen hasil panen mulai dipasarkan ke gudang distributor buah nasional melalui kerja sama dengan Sunpride. Sementara sisanya dimanfaatkan untuk wisata petik buah dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain melon premium, kawasan tersebut juga menjadi lokasi pembelajaran mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Nurul Jadid serta tujuan outing class sejumlah sekolah di Kabupaten Probolinggo.

“Ada petak yang menjadi laboratorium mahasiswa agar mereka bisa mengembangkan pertanian modern di daerah asal masing-masing,” kata Nahrawi.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id