Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
05 Maret 2026 | 19:41 WIB
Inspirasi

Di Hadapan Santri, Kiai Zuhri Jelaskan Cara Meringankan Beban Mental

IMG
KH Moh Zuhri Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid (Foto: Tangkapan Layar/YouTube).

 

PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH Moh. Zuhri Zaini, mengingatkan pentingnya sikap menerima takdir Allah dengan lapang dada, sembari tetap berusaha memperbaiki keadaan. Pesan tersebut disampaikan saat mengisi pengajian kitab Nashoihud Diniyah bersama para santri selama Ramadan.

Dalam pengajiannya, Kiai Zuhri menegaskan bahwa manusia tidak dapat melawan ketentuan Allah. Karena itu, apa pun yang terjadi hendaknya diterima dengan sikap ridha.

“Saudara kita ini tidak bisa melawan kemauan dan takdir Allah. Karena itu apa yang terjadi harus diterima dan diridai,” ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa menerima takdir bukan berarti pasrah tanpa usaha. Menurutnya, jika seseorang menghadapi sesuatu yang tidak diinginkan atau tidak baik, maka tetap perlu berikhtiar untuk memperbaikinya.

“Tapi tetap berusaha kalau memang yang terjadi itu sesuatu yang tidak kita inginkan, sesuatu yang tidak baik. Tetap berusaha untuk diperbaiki. Tapi yang terjadi tetap kita terima,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sikap menerima takdir dapat membantu meringankan beban mental seseorang. Dengan menyadari bahwa manusia tidak sepenuhnya menentukan hasil, seseorang akan lebih tenang dalam menjalani kehidupan.

“Dengan menerima takdir, itu akan mengurangi beban mental kita. Karena kita sadar bahwa kita tidak bisa menentukan segalanya. Yang menentukan adalah Allah,” katanya.

Kiai Zuhri juga mengingatkan agar dalam berdoa dan berusaha seseorang tidak memaksakan kehendak seolah-olah hasilnya harus sesuai dengan keinginannya.

“Ketika kita berusaha, termasuk berdoa dan meminta kepada Allah, jangan memastikan harus tercapai atau harus diberi. Itu tidak bisa,” tuturnya.

Sebaliknya, ia mengajak umat untuk selalu berhusnuzan kepada Allah. Menurutnya, di balik setiap peristiwa, termasuk yang tidak disukai, pasti terdapat hikmah yang telah Allah siapkan.

“Jangan suudzon. Harus husnudzon kepada Allah. Di balik semua itu, termasuk hal-hal yang tidak kita sukai, pasti ada hikmah,” pungkasnya.

Pengajian tersebut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Pondok Pesantren Nurul Jadid pada Rabu (4/3/2026).

Penulis: Zainul Hasan R
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id