Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
22 Februari 2026 | 20:58 WIB
Nasional

Diduga Alami Kekerasan Senior, Bripda DP Tewas di Asrama Samapta Polda Sulsel

Polisi Meninggal
Keluarga jenazah Bripda DP (19) di RSUD Daya, Kota Makassar, Minggu 922/2/2026). [Beritasatu.com/Irfandi]

 

MAKASSAR (Surau.ID) — Seorang anggota polisi muda berinisial Bripda DP (19), yang berdinas di Direktorat Samapta Polda Sulawesi Selatan, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis, Minggu (22/2/2026).

Kematian bintara muda lulusan 2025 itu diduga berkaitan dengan tindak kekerasan yang dilakukan seniornya di asrama Samapta Polda Sulsel.

Kabid Propam Polda Sulsel Zulhan Efendy mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memeriksa sejumlah anggota polisi untuk mengungkap peristiwa tersebut.

“Iya sementara ada 6 orang diperiksa, kemungkinan akan bertambah,” kata Zulhan Efendy.

Ia menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dan belum ada kesimpulan terkait penyebab kematian korban.

“Nanti hasilnya, saya belum bisa menyimpulkan, anggota kita lagi memeriksa itu di sana, termasuk kita olah TKP yang ada di tempat ini, di asramanya mereka di mes, ya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Didik Supranoto menyampaikan bahwa Bripda DP sempat dilaporkan sakit setelah menjalankan salat subuh.

“Iya ada anggota Bripda DP selesai salat subuh terlihat sakit, kemudian dibawa ke RSUD Daya Makassar,” kata Didik.

Menurutnya, korban sempat mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Setelah dilakukan perawatan (dinyatakan) meninggal dunia,” terangnya.

Jenazah Bripda DP kemudian dipindahkan ke RS Bhayangkara Makassar guna dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab kematian.

“Sementara permasalahan masih dilakukan proses pemeriksaan atau pendalaman lebih lanjut, perkembangan akan kami sampaikan,” kata Didik.

Dari pihak keluarga, ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, mengungkapkan bahwa anaknya baru saja lulus pendidikan Bintara Polri pada 2025 dan baru sekitar setahun bertugas di Polda Sulsel. Ia mengaku terakhir kali Bripda DP masih berkomunikasi dengan ibunya dalam kondisi baik.

“Dia baru lulus, tadi subuh dia komunikasi dengan ibunya, (kondisinya) baik, saya tidak tahu kalau sakit,” katanya.

Jabir mengatakan keluarga mendapat informasi bahwa putranya sempat dirawat di RSUD Daya, namun hingga kini belum mengetahui penyebab pasti meninggalnya Bripda DP.

“Ini kami cari tahu, karena informasinya ada darah keluar dari mulutnya,” tutupnya.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id