BONDOWOSO (Surau.ID) – Dinkes Bondowoso menggelar Rakor Bidang P2P untuk mengevaluasi program pengendalian penyakit menular dan penyakit tidak menular di Bondowoso pada Rabu (16/9/2026).
Upaya menekan angka kesakitan terus diperkuat melalui peningkatkan cakupan imunisasi, penanganan TB, HIV, hingga penguatan sistem surveilans kesehatan masyarakat di seluruh wilayah kabupaten.
Masyarakat yang sehat dinilai menjadi modal utama dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul. Keberhasilan program ini bergantung pada respons cepat tenaga kesehatan di lapangan.
Pemerintah daerah mengapresiasi kinerja seluruh pengelola program kesehatan, sekaligus meminta indikator pelayanan yang belum optimal segera diperbaiki melalui evaluasi yang komprehensif.
Penguatan Pelayanan Layanan Kesehatan
Bidang P2P mengampu enam dari dua belas Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Layanan tersebut mencakup penanganan TB, HIV, ODGJ, diabetes melitus, hipertensi, dan usia produktif.
Kendala utama yang masih dihadapi adalah penolakan dari sebagian masyarakat terhadap program kesehatan. Sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman secara merata.
Inovasi Jemput Bola dan Hasil Positif
Strategi Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara jemput bola berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat hingga 38 persen. Pemeriksaan dini ini efektif mendeteksi hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.
“Upaya memberikan pelayanan di luar gedung memberikan hasil yang luar biasa. Sebelum kita bergerak, capaian Cek Kesehatan Gratis berada di angka 20 persen,” ujar Kepala Dinkes Bondowoso dr. Moch Jasin.
Pencegahan penyakit menular seperti DBD, leptospirosis, dan HIV juga menunjukkan hasil positif. Kedisiplinan melakukan pencegahan dini menjadi kunci utama dalam menjaga derajat kesehatan masyarakat.